Tentang seorang gadis yang dibenci ayahnya di kehidupan yang lain, dan satu fakta yang terungkap membuaf dirinya harus memilih "membunuh atau dibunuh?"
Cerita ini kadang bahasanya baku kadang tidak baku.
¡Ay! Esta imagen no sigue nuestras pautas de contenido. Para continuar la publicación, intente quitarla o subir otra.
05.59
Matahari sudah mulai menunjukan dirinya, tetapi seorang gadis masih berbaring di kasur empuknya bergelung dengan selimutnya.
'Sempurna' satu kata untuk mendeskripsikan dirinya.
TOK TOK TOK "Non! Non Yura bangun non udah pagi non" ucap seseorang di luar kamar orang bernama yura itu.
Hening tidak ada jawaban dari dalam kamar itu.
BRAK BRAK BRAK BRAK BRAK "NON BANGUNN NONNNN"ucapnya lagi tetapi lebih kasar dan keras.
terdengar ada suara kerusuhan di dalam kamar itu,
"Udahhhh Biii Sitiii Yura mandi duluuu" teriak yura dan segera menuju kamar mandi.
~ ~ ~ 07.31
Sesudah mandi Yura langsung menuju ruang makan, di sana terlihat sudah ada keluarga nya yang belum sama sekali menyentuh makanannya, kemudian dia duduk.
Di kursi sebelahnya selalu saja tidak ada siapa-siapa dan Yura memaklumi karena keluarga nya berjumlah ganjil.
Kakak-kakaknya sudah menatap tajam ke dirinya sedangkan orang tuanya tidak peduli sama sekali.
"Selamat pagi semua" ucap Yura dan sama sekali tidak ada yang menjawabnya.
"Selalu aja lo telat njing dah tau gue laper banget" ucap salah satu kakaknya.
"Yah maap ka sean, salah sendiri ngerusak jam aku" ucapnya kepada kakanya yaitu Sean Rane Alexander.
Dikeluarganya memang mempunyai peraturan yang dibuat ayahnya, salah satunya 'Tidak boleh menyentuh makanan jika salah satu anggota belum berada di tempat makan kecuali jika dia tidak ada!"
Yura menengok ke arah ayah-nya "Yah nanti Yura mau pul-" belum aja perkataan Yura selesai sudah dipotong
"Makan dulu" ucap ayahnya yaitu Dean Alexander. Lalu Yura memakan makananya.
~~~ Sesudah makan semuannya kembali ke aktivitas masing masing.
"Ka Ace ayah De dimana?"tanya Yura kepada kakak tertuanya yang sedang menonton tv dan sama sekali tidak mengubrisnya.
"Ck selalu aja, punya salah apa sih gue?"gumam Yura, dia berlalu ke dapur, disana terlihat Bi Siti.
"Bi ayah mana bi??"Tanya Yura sambil menyamperi Bi siti
"Wah sudah pergi non dari sesudah sarapan"ucap bibinya yang sedang mencuci piring.
"Oh kalo mamah dimana?"tanya Yura lagi.
"Ke butik non"ucap bibinya
"Okeyyy makasih biii"ucapnya lalu dia berlalu ke kamar kaka keduanya dengan semangat 69.
TOK TOK TOK TOK "Ka Seannnnn"teriak Yura
Cklek "Paan?"ucap kakanya itu yang selalu memasang wajah garangnya.