Prolog

6.5K 174 6
                                        

Buku ini sudah pindah ke fizzo

****

Aku suka perkemahan. Malam hari di alam bebas menyalakan api unggun. Bernyanyi dan bersenang-senang dengan teman-teman. Itu sangat menghangatkan.

Aku tidak merasa sendirian. Aku tidak perlu stress memikirkan si otak udang. Otak udang itu taman sekelasku. Ah, aku bahkan malas menganggapnya teman. Lebih tepatnya ... kami bermusuhan.

Namanya Alterio Orion. Dia hobi membuat aku marah. Dia tidak pernah bersikap baik padaku. Dia sering maminggilku 'beo cerewet, beo cerewet! Dasar ketua kelas cerewet!"

Setiap ada aku tingkahnya berubah menyebalkan. Aku kesal.

"Aaaaaaa ...!"

Tunggu, suara apa itu? Pasti si otak udang. Dia tidak bisa membiarkan aku hidup normal sebentar saja. Ingin aku karungi lalu kulempar barangkali nyangkut dipesawat dan dia tidak akan muncul lagi dihidupku.

"Apa yang kalian berdua lakukaaaan?!"

Tunggu, tunggu, ada yang aneh. Suara siapa lagi itu? Seperti suara Bu Hanny wali kelasku.

Tunggu, aku dimana. Dan ... bau apa ini? Seperti bau mint, lemon dan mawar menjadi satu. Seperti parfume seseorang.

Tunggu, apa ini yang melingkar diperutku?! Aku mengerjap. Tersentak ketika mendapati lengan tanpa penutup melingkar di perutku. Tangan siapa ini?

"Aaarrgh!"

Aku terbangun memeluk tubuhku sendiri. Siapa laki-laki yang tidur di sebelahku? Setahuku aku tadi malam tidur di tendaku. Lalu ... tenda siapa ini?!

"Alteriooo ...?!"

Apa yang otak udang lakukan padaku ...? Kenapa dia hanya memakai celana jins? Kenapa dia tidak memakai kaus? Apa aku baru saja diperkosa? Tidaaaaak ....!

"Apa yang lo lakuin ke gue..?!"

Aku malu. Terlebih ada Indah, Bu Hanny dan Langga yang memergoki kami. Aku bingung. Sepertinya ada yang terlewat olehku. Satu potongan puzzle ingatanku hilang.

Otak udang menggeliat. Dia langsung terhenyak melotot memeluk tubuh atasnya yang telanjang.

"Lo apain gue?"

"Justru gue yang nanya lo apain gue? Kenapa gue ada di sini?"

Aku masih memeluk tubuhku. Tubuhku yang ... tidak suci lagi? Tidak! Tidaaaaaak! Aku tidak mauuuu ...!

"Ini tenda gue. Lo ngapain ditenda gue?"

"T-Tenda ...?" Aku gagap.

Tunggu, semalam aku merasa tidak enak badan. Aku merasa sangat pusing karena kelelahan mengurus adik-adik calon anggota OSIS yang baru. Jadi saat acara api unggun aku tidur lebih dulu.

Lalu aku ... aku salah tenda? Jadi ini tenda Alterio?

"Terus kalo tahu gue disini kenapa lo tidur di sini juga? Kenapa nggak bangunin gue?"

"Semalem gue kira Langga."

Kami berdua menoleh pada Langga yang berdiri di samping Indah. Mereka juga ikut bingung dengan situasi membingungkan ini.

"Gue ... tadi malem nggak tidur. Gue jaga sama Dika."

"Berarti lo yang salah!"

Otak udang melemparku dengan jaketnya yang bau asam. Aku tidak terima lalu aku lempar balik.

"Lo juga salah, ya! Jangan-jangan lo nyari kesempatan? Lo apain aja gue semalem? Lo benci sama gue tapi kenapa lo lakuin ini?"

Aku memeluk tubuhku lagi. Aku merinding .... Apa saja yang sudah dia lakukan padaku semalam ...?

"Eh, gue nggak ngelakuin apa-apa ya. Nggak usah merasa ternodai kayak gitu!"

"Terus kenapa lo nggak pake baju?"

"Tadi malem gue gerah abis main api unggun!"

"Diaaaaaam ...!"

Suara Bu Hanny memekakkan telinga. Aku dan Alterio berhenti beradu mulut.

"Kalian berdua ikut saya ke pos sekarang juga!"

Aku putuskan. Aku benci perkemahan mulai malam ini.

******

Has llegado al final de las partes publicadas.

⏰ Última actualización: Sep 18, 2025 ⏰

¡Añade esta historia a tu biblioteca para recibir notificaciones sobre nuevas partes!

My Enemy Wife ✅ ANDHistorias para obsesionarse. Descúbrelo ahora