Bagian 1

298 27 10
                                        

-Ternyata jatuh cinta itu mudah. Cukup dengan memandangmu, maka semua akan terasa berbeda-

Sudah sejak 10 menit yang lalu bel istirahat menggema di seluruh koridor sekolah. Keadaan kantin yang semula sepi berubah menjadi sesak oleh kerumunan siswa siswi yang kelaparan. Termasuk Nesha dan Selly yang sudah duduk memakan siomay kesukaannya. Untung tadi mereka bertindak cepat ketika mendengar bel berbunyi. Bahkan mereka sudah merapikan buku sebelum guru selesai menjelaskan. Jika tidak, dijamin mereka tidak akan mendapat tempat duduk seperti sekarang.

Nesha melihat sekelilingnya. Matanya berhenti pada meja kosong yang ada di pojok kantin. 'kemana mereka?' batin Nesha.

Selly menyikut pelan lengan Nesha. Membuyarkan lamunannya. Ia menatap Selly yang memberi kode untuk melihat ke pintu masuk kantin. Tiga orang cowok populer di SMA Uranus masuk dengan santai. Kehadiran mereka mampu menarik perhatian siswa-siswi yang sedang makan.

"Abang lo tuh!" ucap Selly sambil tertawa melihat Davin yang menarik kuping Alvin. Membuat Alvin meringis sakit.

Nesha tak mendengarkan apa yang diucapkan Selly barusan. Tatapannya terfokus pada cowok yang selama ini membuatnya gelisah. Davin.

"Hooii!" gebrakan meja membuat Nesha terkejut dan mengedipkan matanya berulang-ulang.

"Ck, ngagetin aja sih lo!" Nesha menatap abangnya dengan sinis.

Alvin tersenyum tak berdosa.

" Ngelamun terus sih,mending pesenin gue makan." ujar Alvin.

"Iya, gue juga Nes. Kasian perut gue butuh asupan nih. Tadi habis diajak Alvin nonton bokep, kan gue jadi keluar---" Nesha mendelik mendengar ucapan Ivan barusan. Lalu melihat ke arah Alvin.

"Enggak, kita gak nonton bokep kok. Ivan ngarang tuh! Iya kan Vin?" ucap Alvin meminta dukungan pada Davin.

"Iya kita abis nonton bokep. Gitu aja pakek boong lo Al, udah Nes. Gue laper banget nih. Pesenin ya." Davin tersenyum ke arah Nesha mengacuhkan Alvin yang melotot ke arahnya.

Ditatap oleh Davin membuat Nesha salah tingkah. Gadis itu menyelipkan rambutnya ke belakang telinga kemudian menunduk menyembunyikan wajahnya. Ia tak pernah berani menatap Davin dalam waktu lama. Mungkin hanya sedetik lalu ia akan mengalihkan pandangannya.

"Nih uangnya, gue pesenin bakso sama air putih dingin aja." kata Alvin sambil menyerahkan selembar uang berwarna merah.

"Gue sama aja kayak Alvin." sahut Ivan. "Lo pesen apa Vin?"

"Apa ya? Samain juga deh." ujar Davin.

Nesha mengangguk dan menerima uang dari Alvin lalu berjalan menuju pedagang yang menjual bakso. Dan mengambil air putih di lemari dingin yang sudah tersedia.

"Nih kembaliannya." Nesha menyerahkan uang kembalian pada abangnya. Davin dan yang lain sudah duduk di meja pojok yang biasa mereka tempati.

"Lah,makanannya mana?" celetuk Ivan.

"Ya masih dibuatin lah. Ntar juga dianter ama mamang baksonya." ucap Nesha. "Gue lanjut makan dulu ya." Nesha berbalik menuju meja makannya. Selly yang dari tadi hanya menunggu,kini sudah menyelesaikan makannya.

Story Of NeshaStories to obsess over. Discover now