Happy Reading!
.
.
.
.
Sayang boleh,
tapi cukup perasaan saja, tidak perlu diucapkan karena kebanyakan dari ucapan itu bulshitt.
•
•
•
•
•
Gadis cantik menatap pantulan dirinya di sebuah cermin, lalu ia memoleskan sedikit lip balm di bibir mungilnya. Ketika ia rasa sudah siap, ia segera menyambar tasnya yang berada di atas tempat tidur.
"Pagi," sapanya sambil menarik kursi yang berada dihadapannya.
Ia adalah gadis cantik, memiliki kepintaran yang luar biasa. Ia selalu ramah kepada siapapun dan dimanapun, bahkan ia sangat peduli terhadap orang sekitarnya. Tak heran jika banyak para pria yang menginginkannya.
Rara Anastasya Veranda
Seorang gadis berumur 17 tahun, ia adalah putri dari sepasang suami istri pengusaha sukses di Jakarta, yaitu Raditya Candra Veranda & Adira Anastasya.
"Pagi," jawab kedua orang tuanya bersamaan.
"Kamu mau diantar supir?" tawar papahnya.
Ia menerima roti yang diberikan mamahnya, roti dengan selai strawberry yang sangat ia sukai, "Rara naik angkot aja, pah."
Walaupun Rara adalah anak pengusaha sukses, tetapi Rara tidak diperbolehkan membawa kendaraan sendiri oleh papahnya.
Papahnya selalu menawarkan, agar ia diantar oleh supir, tetapi ia selalu menolaknya.
Rara ingin mandiri. Alasan itulah yang selalu ia berikan ketika menolak tawaran papahnya.
Setelah sarapannya habis, ia langsung berpamitan kepada orang tuanya dan langsung menuju halte.
"Rara berangkat dulu ya?" pamitnya meraih tangan Raditya dan mencium punggung tangannya. Ia juga melakukan hal yang sama kepada mamahnya.
"Kamu hati-hati," ujar Adira yang di balas anggukkan oleh anaknya itu.
"Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
***
Aldevaro Franska Baskara
Putra bungsu dari keluarga kaya raya, Wijaya Baskara & Winata Laksani Baskara. Di SMA Garuda, ia terkenal dengan ketampanan dan juga kenakalannya.
Postur tubuh yang tinggi, dengan rambut berantakan membuat kesan tersendiri. Baju yang dikeluarkan dan dua kancing atas yang ia biarkan terbuka membuat kaum hawa yang berlalu-lalang terpesona dengan ketampanannya.
Ia sudah tidak heran, jika banyak pasang mata yang kagum dengan dirinya. Dan ia tidak peduli, hatinya sudah terjatuh pada sosok gadis cantik yang baru saja turun dari angkot.
Senyumnya mengembang, melihat gadis itu menghampiri dirinya.
"Pagi sayang...."
Sebuah halte yang tak jauh dari sekolahnya adalah saksi bisu. Disini, ia selalu menunggu sang kekasih, bahkan sudah menjadi rutinitasnya.
"Sayang-sayang! Mau gue tampol lo?!"
"Emang kenapa? Bilang sayang sama pacar sendiri nggak boleh?" tanyanya.
YOU ARE READING
DEVARA
Teen Fiction"Ketika cinta menjadi sebuah ancaman." - - - - Ini adalah kisah Aldevaro Franska Baskara, seorang badboy, pembuat onar, ketua geng motor PASGARDA. Namun, siapa sangka semua sifat buruknya musnah dan terkalahkan dengan ketampanannya dan membuatnya di...
