"Kala itu, mata berbinar seketika mendengar ucapannya"
Alarm berdering Shalu pun mematikan alarm nya dan lanjut untuk tidur kembali. Sang ibu biasanya membangunkannya, tapi kali ini Ibu nya sedang ke luar kota, ditambah mbok darmi yang sedang pulang kampung karena ibu nya sakit. Sehingga Shalu pun telat untuk pergi ke sekolah.
Setiba di gerbang ada petugas OSIS yang sedang menjaga gerbang lalu mencatat siswa yang telat. Mau tidak mau Shalu menyebutkan namanya untuk di data.
"Siapa namanya?" tanya laki-laki itu
"Shalu" jawabnya dengan sangar
"Kelas?"
"Kenapa sih lu ribet banget jadi orang, tinggal catet nama aja guru guru udah pada tau kok gue kelas berapa"
"Tapi ini data OSIS bukan buat data guru"
"Gue anak 12 IPA"
"Tapi saya ngga pernah liat kamu di Kelas IPA"
"Ga percaya? Udah ah banyak omong lu, gua udah telat nih, waktu gue berharga dibanding gue harus ngomong sama elu, Awas!"
Setiba di halaman depan kelas IPA, Bola basket yang baru saja ditendang adik kelas terlempar tepat ke arah kepala Shalu saat itu.
"Heiiiii.. Siapa sih ini. berani berani nya ngelempar gue bola bekel? Ehh basket maksud gue? Siapa hah? Haduhh sumpah gue pusing"
Kala itu sama sekali tidak ada yang menyaut, bahkan teman-teman Shalu pun tidak ada di situ, memang karena itu halaman kelas IPA sedangkan Shalu anak IPS. Selepas kejadian itu Shalu masuk kelas yang Shalu sendiri tidak sadar dia masuk ke kelas siapa, saking pusing dan emosi nya ia masuk ke Kelas IPA-1 dan duduk di pojok.
Saat bell dimulainya pelajaran berdering, Shalu masih merengek kesakitan, kepala bagian kanan nya pun mulai benjol. Anak kelas IPA 1 pun bingung, siapa dia kok tiba-tiba datang ke kelas sambil merengek dan memegang kepala nya. Seketika suasana kelas hening saat guru datang dan di dampingi ketua kelas.
"Lhoo, kamu kenapa duduk disini?" tanya Ketua kelas
"Kamu yang kenapa disini, jelas jelas ini kelas gue"
"Kamu yakin anak IPA?"
"Hmmmmm. Iiii iyaaa emang kenapa?"
"Tapi ga mungkin kalo IPA 1, sebab saya ngga pernah punya temen kayak kamu"
RAMDAN! DAN KAMU!
"Shalu bu"
"Lho kok kamu disini? IPS 3 di sebelah sana! Ayo keluar"
"Mampus gue"(Dalem hati Shalu)
Satu kelas menertawakan keberadaan Shalu.
***
Istirahat tiba
"Ehhh maafin saya soal tadi, jadi kamu yang kena marah pak sanusi" Ucap Ramdan.
"Maaf maaf emangnya kata maaf segampang itu? Gue malu di sorakin sama temen-temen lu tadi" Balas Shalu dengan sangar.
"Salah siapa salah masuk kelas?"
"Yaaa salah gue sih, ya tapi kenapa lu bawel banget si pake nanya nanya kenapa gue duduk disitu jadi kan ketauan bu Pak Sanusi, bukan nya belain" Shalu mengangkat kedua tangannya tepat di depan dada"
"Yaaa maaf, trus saya harus apa biar dimaafin?"
"Hmmmm lu jangan ngedata gue kalo gue telat!"
"Enak aja, emang ga ada syarat lain apa? Itu tugas saya!"
"Yaudah kalo gitu, Ga bakaln gue maafin!"
"Yaudah gini deh, karena di agama saya ga boleh marah-marahan apalagi lewat dari 3 hari, saya turutin, tapi dengan syarat cuman 1 minggu, OKE DEAL?!"
"Hmm Okee!" (Kebetulan nyokap gue pulang seminggu lagi, Hahahaa)
Saat Shalu mengulurkan tangannya untuk salaman, Ramdhan menolak dengan salaman jarak jauh. Shalu bingung kenapa dia nolak padahal kan cuman salaman doang.
"Kantin ngga?"
"Sebenerya gue ga laper, tapi gue mau es jeruk bang tarjo aja deh"
Ketika di jalan Ramdhan menanyakan sesuatu
"Ko kamu gapakai jilbab, padahal ini kan hari Jumat" tanya Ramdhan
"Gue Katholik"
"Ohh pantesan"
"Lo kenapa tadi gue ajak salaman ga mau"
"Saya Muslim, jadi ga boleh bersentuhan selain muhrim"
"Ohhh jadi dilarang ya"
"Iyaaa, Oiaa gue Ramdhan kelas IPA 1, tapi beneran kelas IPA 1, ngga kayak kamu, boongan. haha"
"Ohh iya gue malah lupa ngenalin nama gue sendiri, Gue Shalu, bukannya tadi lu udah nanya pas gue telat ya"
"Ohhiyaa juga ya" jawab Ramdhan
"Okeee, sampe ketemu besok Ram"
YOU ARE READING
Sharapova
Teen FictionPERHATIAN!! 18++++ Ini bukan cerita Badboy yang ketemu Goodgirl. Bukan juga cerita pacaran yang romantis. Ini kisah si Shallu dan Ramdhan yang bingung mempertanyakan siapa yang harus pindah agama? Solusi nya adalah Putus atau membiarkan hubungannya...
