Prolog

55 24 32
                                        

"AEERAAAAA... PLEASE, DON'T GO!!"

"AEERAAAAA ..."

"JANGAN PERGI!!"

"AEERAAAAA!!!!"

Suara teriakan dari 3 gadis kecil itu masih terus terdengar. Bahkan ke-3 gadis kecil yang masih berusia 10 tahun itu terus meraung raung dan menangis di tengah jalan. Tapi sang pemilik Nama sepertinya tidak menghiraukannya, seolah olah itu hanya angin lalu.

Tapi kenyataannya tidak seperti itu! Sang pemilik Nama tidak tau apa-apa, ia bahkan tidak mengerti apa yang dilakukan seorang wanita disampingnya itu.

Yaa katakan saja gadis itu masih terlalu polos untuk mengetahui urusan orang dewasa dan sepertinya ia juga tidak tau bagaimana cara dunia ini bekerja.

Usianya yang baru 10 tahun, sepertinya juga menjadi Faktor dimana ia hanya bisa mengikuti alur dan mengikuti apa yang orang lain lakukan dan katakan. Seperti robot berupa manusia. Bisa digerakan orang lain sesuka hati tanpa bisa menolak dan membantah.

Sampai akhirnya teriakan ke-3 gadis kecil itu tidak terdengar lagi. Mereka lelah, sepulang sekolah mereka langsung menuju ke depan rumah sahabatnya itu. Berteriak, meraung, dan menangis. Itulah yang hanya bisa mereka lakukan.

Hingga...

"Aeera sayang, sebenarnya Ibu tidak mencintai Ayahmu. Jika kamu dan adikmu tidak ada, Ibu sudah pergi meninggalkan Ayahmu Sejak dulu"

Aeera kecil pun hanya bisa mendengarkan dan memperhatikan Ibunya berbicara. Ia belum mampu menangkap maksud pembicaraan Ibunya. Dan tanpa mereka sadari... Kalimat itu terus dan tetap membekas di hati gadis kecil itu, hingga ia pun beranjak dewasa.

Dark To Be RainbowStories to obsess over. Discover now