Untuk Sang Diam
Kala Embun menetes setelah fajar
Dan Kokokkan ayam sebagai tanda datang
Diiringi hembusan angin menerpa awan
Saat itu juga kesedihan hinggap padaku
Tak ada tawa dan tak ada jiwa
Semua keindahan hilang dengan pagi yang datang
Hanya tinggal kepedihan dan kesunyian
Dan kesendirian tanpa pertemanan
ADC🍑
Vote dan komen ya teman-teman... Jika suka klik tombol bintangnya yaaa... Terima kasih...😄
Tunggu juga ya buat next updatenya...
YOU ARE READING
Diary Puisi
PoetrySetiap kata memiliki makna Dan kadang kata itu terangkai sebagai ucapan Terkadang juga ia bisa menjadi sebuah catatan Karena kata tak selalu terucap oleh lisan Dan kata-kata itu kini ku rangkai menjadi sebuah diary yang tertuang dalam puisi ~ start...
