2 tahun yang lalu
Brakk!!
Perempuan itu jatuh tersungkur ke lantai
"Cih gitu doang nangis, baperan banget jadi cewe"
Aku melewati kerumunan itu. Dan aku melihat wanita yang sepertinya sedang...
'Dibully'
Tidak ada yang peduli saat wanita itu ditindas oleh beberapa teman-temannya. Kenapa dia tidak melawan?
Aku mengenali dirinya namun, aku ingin bersifat tak peduli padanya
Ada masalah apa sebenarnya, aku tidak tahu.
"Heh jalang! Mulai detik ini juga lo gausah deketin cowo gue lagi, paham ga lo! Udah dibaikin masih aja berani deketin dia!"
"Tapi aku ga deketin dia, itu cuma salah paham, aku ga ada maksud buat deketin dia" ucap wanita itu
"Halah, omongan lo itu ga dipercaya! Gue liat secara langsung make mata kepala gue sendiri!"
"Aku beneran aku ga bohong, buat apa aku bohong" ucapnya lagi sambil terisak.
"Haaa udah gue gapercaya sm lo!"
"Agrh sakit tolong jangan tindas aku lagi"
"GUE GA PEDULI! "
Rasanya aku ingin menampar wanita jahat itu. Benar-benar diluar kendali tindakan yang dia lakukan, ini benar-benar keterlaluan, sesama wanita seharusnya tidak seperti ini. Emosi? Tentu saja aku emosi melihat kejadian ini, kelakuannya seperti jalang yang sebenarnya. Dia jalang yang sebenarnya.
"HEH APA-APAAN INI !"
Ah, syukurlah bapak melihatnya, aku ingin tau lagi sepeti apa kelanjutan dari ini. Aku mulai mengikuti mereka dari belakang. Dari tempat aku berdiri disini ,jauh dari mereka aku bisa mendengar pembahasan mereka.
..
..
...
tunggu, yang dibicarakan mereka itu..
De..
--------------------------------
terima kasih kalian sudah singgah
di cerita ini. Semoga kalian
dapat memberi dukungan
padaku untuk
melanjutkan cerita ini
lebih banyak lagi
Oh iya, kalian pasti tau bagaimana
Cara untuk menghargai penulis hehe
:)
•
----------------------------
salam hangat
tricia
YOU ARE READING
Praja -
Teen Fiction"apa masih ada yang baik-baik saja selepas kejadian ini? aku tidak tahu harus bagaimana sekarang, yang hanya aku tau, aku hanya ingin hidup tanpa gangguan dari mereka" ┈━═ ☪ ·̩ ✧ Bahas baku - non baku
