Prolog

223 16 6
                                        

Setiap pagi Berlian sangat-sangat sibuk. Dia harus memasak, mengurus adiknya, bersih-bersih rumah, dan sebagainya. Hal itu sudah dilakukan Berlian sejak ia masih kecil. Berlian sudah terbiasa dengan semua itu.

"Viona bangun sayang" teriak Berlian membangunkan Vio.

"Asiyapp komandan, Vio udah bangun dari tadi dan Vio udah siap pergi ke sekolahhhh..." Kata Vio seperti seorang prajurit perang.

"Emang kamu gamau sarapan dulu nih? Kakak udah siapin sarapan kamu dan bekalnya, sini sarapan dulu abis itu langsung berangkat yuk." Kata Berlian sambil duduk di meja makan dan menyiapkan sarapan pagi dan bekal mereka berdua.

Vio menghabiskan sarapan paginya dan diselingi candaan yang mengisi ruangan sepi tersebut, mereka berdua sangat terlihat ceria tanpa beban apapun.

Setelah sampai di sekolah, Vio langsung mencium tangan kakaknya dan melambaikan tangannya. Dengan kayuh sepedanya Berlian bergegas menuju sekolahnya yang lumayan dekat dari sekolahan Vio.

"Berlian cantik" sapa pak satpam yang menuggu gerbang sekolah Berlian.

"Halooo pak Mukhlis, pagi-pagi udah dapet pujian hehehe" balas Berlian sambil terkekeh ke pak Mukhlis.

Berlian tak pernah memakai riasan menor saat pergi ke kampus dia cuma pakai liptint dan pelembab. Karena wajahnya yang imut Berlian terlihat cantik meskipun tak memakai make up.

"Ehhh Berlian selalu cantik deh" goda Aldo si raja gombal. Berlian hanya tersenyum menanggapinya.





Semoga ada yang mau baca cerita absurd ku ini hmm:( baru kali ini aku nulis, tapi ya gapapa lah semoga kalian senang dan jangan lupa vote and comment yaaa:))

Love u readers
Jangan lupa follow ig aku @anggiastwn
See uuuuu:*

BerlianWo Geschichten leben. Entdecke jetzt