Bagian Satu

164 44 17
                                        

cahaya sang mentari menembus ke balik jendela kaca yang tertutup gorden tosca itu, membuat seorang gadis yang sedang lelap tertidur ,terasa terusik. Dia Aira Azzahra Pratiwi

Aira bangun menegakkan badannya, masih dengan mata yang terpejam, "jam berapa sih ini?" monolog dengan dirinya sendiri.

ia pun melihat jam yang berada di dinding bercat ungu tersebut, "baru jam delapan" gumamnya.

Aira ingin melanjutkan tidurnya yang di rasa belum puas. Namu, suara handphone nya membuat mata terbuka dengan lebar,

"Pagi zahr" sapa seseorang adadi sebrang sana, membuat mata Aira yang masih setengah tertutup kini menjadi terbuka sempurna.

"pagi juga lou" balas Aira dengan senyum manis yang terukir di bibir mungilnya.

"Kamu baru bangun,tadi udah sholat kan?" tanya Louishe karena mengetahui suara serak khas bangun tidur Aira.

"hehehe, iya tadi setelah sholat aku tidur lagi dan sekarang baru bangun lagi, mumpung libur jadi bisa tidur lagi kan. lho, bukannya kamu hari ini ke gereja ya?" jawab Aira seadanya dengan cengiran khasnya meskipun orang di sebrang sana tak melihatnya, dan memang Aira ingin bangun siang kapan lagi kan!mumpung libur kerja pikirnya.

"kamu ini. Iya aku ke gereja, tapi nanti jam setengah sembilan barangkatku" jawab louise di selingi dengan kekehan.

"yaudah ya, aku mau sarapan dulu udah di tunggu keluarga di bawah, jangan lupa sarapan kamunya!" lanjut Louise

"aiyai, siap kapten" ujar Aira sebelum mematikan sambungan telefon.

Aira dan Louise memang berpacaran tepatnya sudah 3 tahun ini hubungan mereka, mereka terpaut usia 3 tanun.

Pertama merekan menjalani hubungan pacaran pada saat aira baru masuk kerja sekitar 6 bulan, dan di situ Louise mendekati Aira, hingga mereka dekat, dan berpacaran sampai sekarang, louise sendiri bekerja di tempat yang sama dengan aira.

Louise berjabat sebagai HRD, jabatannya sudah termasuk tinggi, karna Louise sendiri lulusan S2 di luar negeri, sedangkan Aira hanya sebagai staf biasa.

Jenjang pendidikan menentukan jabatan yang di dapat.

Louise sendiri sebenarnya anak orang yang mampu, Bahkan mungkin jika Louise mau iya dapat menjabat sebagai CEO di tempat omnya.

Alasan bekerja di kantor tersebut sebenarnya hanya untuk menambah wawasan dan pengalaman.

Namun itu sebelum ia mengenal Aira, saat sudah mengenal dan berpacaran dengan aira, itu menjadi alasan nya masih bekerja di kantor tersebut. Ya, karna aira.

Maaf ya mungkin kalau singkat, atau kurang menarik dan ada typo2nya harapmaklum ya :)

RASAWhere stories live. Discover now