1

508 121 46
                                        

Hai hai... Mumpung lagi mood pengen up sebelum waktunya dong wkwk >\\\<

Jadi, author tuh kalo liat kalian suka and vote banyak aja udah seneng:')

Doain aja author up tepat waktu, "doain di sekolah banyak jamkos maksudnya, biar bisa lanjutin part😂"

Follow juga ig author sebelum baca dong^^ @pixie.och

Happy reading~

'Kalo diam itu emas, mungkin gue udah jadi miliarder'
~Lucy

*

Kring!!! Kring!!!

"Ck, brisik" suara parau Lucy sambil mengucek-ngucek mata kemudian mematikan alarm disebelahnya.

Hari ini akan menjadi hari pertama nya masuk Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan juga hari pertama nya kembali lagi ke Indonesia setelah 7 tahun tinggal di Rusia.

"Mom, i'm ready" teriaknya saat menuruni tangga.

"Wait a minute honey, sarapan dulu" pinta Luna dengan lembut.

Dengan malas ia ambil sebuah roti dan mengoleskan sedikit selai. "Loh padahal bunda udah buatin nasi goreng" cela bundanya. "Buat bekal makan siang aja" jawab Lucy dengan lembut.

"Can we go now?"

"Ah ya, let's go"

*

Oh shit, i don't like it. Terlalu rame... And brisik.

Lucy menatap datar sekolah barunya dari balik kaca mobil.

"What's wrong?" Tanya bundanya yang seakan akan bisa membaca ekspresi Lucy.

"Never mind" jawab Lucy tanpa memalingkan wajahnya.

"Terus, kenapa ga turun? Kan bentar lagi pembagian kelas?"

Entahlah, rasanya membuka kaca mobil saja enggan. Apalagi turun dari mobil dan masuk ke sekolah.

"Ok, i'm done" ucapnya setelah membuka pintu mobil.

Good girl

*

SELANJUTNYA,
LUCY QUINSHA.

Kelas VII¹

Ok, let's do it.

Disinilah Lucy berada. Sontak semua mata dikelas menuju ke Lucy. Tentu saja, karna dia seorang blasteran atau bule yg biasanya kita sebut. Apalagi Lucy sangat cantik dengan kulit putih, rambut blonde, mata biru jernih, bibir dan pipi pink, dan tubuh yang pas.

Seorang guru masuk dan memberi aba-aba, peraturan sekolah, fasilitas sekolah, dan memperkenalkan diri sekaligus menyuruh muridnya memperkenalkan diri masing-masing.

Hal ini lah yang sangat tidak disukai Lucy. Ketika ia harus bicara panjang, didepan banyak orang, dan harus berpura-pura ramah.

"Giliran kamu" pinta guru tersebut sambil tersenyum.

Lucy berdiri. "Lucy quinsha, 12 tahun" lalu kembali duduk dan kembali bertopang dagu.

Setelah setengah semester di sekolah itu, banyak yang mengajak nya kenalan, bermain, dan berkali kali pula dia menolak banyak orang. Ralat, semua. Termasuk kakak kelas sekalipun.

TRUST [ON GOING]Stories to obsess over. Discover now