Satu

61 11 3
                                        

"Moynying eperibadeh." teriakan cetar itu memenuhi kelas XI IPA 1. Itu adalah suara seorang Aliana Starla, gadis ceria yang sering disapa Starla.

"Berisik!" ucapan itu langsung meluluhkan senyum yang merekah di bibir Starla. Ia menghela nafas pasrah dan langsung duduk di sebelah seseorang pemilik suara dingin tadi yang sedang sibuk membaca novel barunya.

Itu adalah Hileya, sahabat Starla dari sejak SD. Dia adalah seorang gadis yang cuek dingin dan kurang bicara. Tapi ia sangat peduli kepada para sahabatnya.

"Tere sama Melfa belom dateng?" tanya Starla pada Hileya.

"Belum." jawabnya singkat.

Saat Starla ingin berbicara lagi pada Hileya, tiba tiba teriakan cetar yang tak kalah keras dari teriakan Starla memenuhi ruang kelas.

"Yaya, Lala. Where are youuuuu?" teriak Melfa sahabat Starla. Sedangkan Tere yang berada dibelakang Melfa hanya menggelengkan kepala karna ulah sahabatnya itu.

Melfa dan Tere juga sahabat Starla sama dengan Hileya, mereka juga bersahabat sejak SD.

Starla segera meninggalkan Hileya dan langsung berlari ke arah Melfa dan Tere.

"Suuut, jangan berisik. Macan lagi ngamuk. Jangan gangguin dia, mending kantin aja yuk!" ajak Starla pada Melfa dan Tere.

"Gue denger." teriakan itu mampu membuat mereka menghentikan langkahnya. Mereka berbalik badan dan langsung pergi menuju kantin untuk menghindari amukan Hileya nanti.

---

Part pertamanya pendek dulu ya. Tapi part berikutnya bakal aku panjangin kok. hehe.

Jangan lupa vote komennya. Sedih aku kalo kalian gak vote cerita aku;(

I'm RegretWhere stories live. Discover now