Tuhan menciptakan semua mahluknya memiliki tujuan masing masing.
Termasuk aku kamu hingga menjadi kita
(untuk sesaat)
Kedatanganmu merubah pola pikirku yang semula menganggap hidup ini ya begini, jalani saja tak perlu terlalu 'ngoyo'
Kamu datang dengan banyak harap
Mengubah kehidupan ku dengan cepat
Merombak ku dengan kata kata yang tepat
Sedangkan otakku saja, masih berpikir secara lambat
Candanmu mengagumkan
Memang sih..
Hanya sebatas berbalas pesan
Tapi itu sudah cukup untuk membuatku terkesan
Aku yang masih menikmati keadaan ini
Sedikit demi sedikit belajar memahami
Betapa menyenangkannya dicintai
Membaca ulang setiap obrolan
Menatap layar berbalut senyuman
Dan berharap
plissss jangan berakhir Tuhan..
Sesekali kau lama membalas
Nampak notifikasi muncul dengan jelas
Langsung saja tanganku bergegas
Ku kira kamu.. Ternyata hanya obrolan orang malas
Mengetik
Hapus
Mengetik
Hapus
Memutar otak
Mencari kalimat yang terselip secara acak
Untung nya kamu segera membalas
Kasian otakku, energinya mulai habis terkuras
Sampai ketika
Setelah berjuta juta tahun yang lalu
Ketika negara api menyerang..
Semua berubah
Candamu awalnya yang hangat
Berubah menjadi pesan yang singkat
Awalnya aku kira keadaanmu memang sedang tidak sehat
Aku beri waktu
aku beri jarak
Semakin lama
semakin terasa jauh
Jaauuhh
Jaaaaaauuuuuuhhhh.
Hingga aku sadar, kamu memang sedang menjauh
Sebeneranya aku sangat ingin tau sebuah alasan
Mengapa kamu pergi tanpa berpamitan
Akan tetapi, aku mengerti jika itu sebuah pilihan
Setelah itu,
Kepergianmu membuatku belajar legowo
Mengikhlaskan apa yang harus dilepaskan
Baru ini aku cinta tanpa takut jatuh
Karna aku tau kamu mampu membuat utuh
Sayangnya, aku rasa kamu tak butuh
Terima kasih
Kamu hebat
mampu membuat ku lupa dan ingat dalam sekejap
Kehadiranmu yang mampu membuat ku lupa bahwa masih banyak yang seharusnya ku prioritaskan
Dan
Kehadiranmu juga mengingatkanku betapa bodohnya aku banyak berharap kepada sesama makhluk Tuhan
Terimakasih.
