🐣PROLOG🐣

64 12 2
                                        

Pagi yang cerah dan tenang buat seorang cowok yang baru saja bangun ini, mendadak dirusak oleh teriakan cempreng dari rumah sebelah. Siapa lagi kalau bukan Dara, penghuni rumah di sampingnya.

"Tenang apanya coba?" omel Xavi, beranjak malas dari ranjangnya. Menyingkap tirai dan hal itu membuatnya menyesal karena Dara di jendela seberang juga melakukan hal yang sama.

Tidak butuh waktu lama bagi Dara untuk segera berteriak tepat di muka jendela. Padahal rumah mereka jaraknya tidak terlalu berjauhan, tidak perlulah pakai teriak segala.

"PAGI XAVIII!"

Xavi? Jangankan menjawab, ia saja sudah bergegas berlari menuju kamar mandi setelah melihat Dara di seberang jendelanya.

Sungguh, dengan rumah Dara yang berdampingan dengan rumahnya, pagi-nya Xavi, tidak akan pernah tenang.

Bagi Dara, memiliki rumah berdampingan dengan rumah Xavi justru adalah anugrah.

Dara jadi bisa bolak-balik main ke rumah Xavi cuma buat nyontekin PR. Atau ngerjain tugas bareng. Dara jadi bisa nyolong wifi yang dipasang di rumah Xavi, karena passwordnya ditempel di pintu kamar Xavi, yang bisa terlihat jelas kalau keduanya sama-sama membuka jendela. Dan yang jelas, Dara jadi bisa berangkat dan pulang bareng Xavi, karena mereka menuntut ilmu di sekolah yang sama. Dan itu sukses mengundang tatapan iri dari seisi sekolah, membuat Dara merasa di atas segalanya.

Xavi, dengan manik hitamnya yang memesona, surainya yang lurus hitam legam, kulitnya yang mulus, dan postur tubuhnya yang bagus --semata-mata karena ia sering latihan basket-- tentu saja membuatnya jadi cowok the most wanted di sekolah.

Apalah daya Dara yang cuma ibarat sebutir upil dibandingkan dengan Xavi.

Dara, gadis usil bermata hazel, dengan kulit yang putih pucat, dan rambut kecoklatan ikal sebahu dan kacamata yang menempel di batang hidungnya dan bando di kepalanya.

Dara sebenarnya cantik, kelakuannya saja yang sering bikin ilfeel.

Yah, bisa kita bayangkan betapa kuatnya Xavi menahan cobaan berupa teriakan Dara setiap pagi, tingkah jahil Dara setiap harinya, belum lagi jika gadis itu bertamu ke rumahnya untuk mengerjakan tugas atau belajar bersama. Muka manisnya Dara cuma berlaku buat Tante Wanda, mamanya Xavi. Begitu sampai di kamar Xavi untuk mengerjakan tugas bersama, ya Dara kembali ke karakter aslinya.

Melelahkan bagi Xavi karena ia tidak terbiasa menghadapi gadis macam Dara.

Pun sama, melelahkan bagi Dara, karena ternyata Xavi tidak peka juga[]

Ya, sesuai dengan dasarnya. Di bulan ini, bulan yang notebene manusia mengenang mimpi dengan doa tahun baru. Dan di bulan inilah, letaknya awal dan akhir kisah kami. Ya, doaku masih tertuju padamu.

***
Di bulan Desember lalu, ku tulis namamu yang kukagumi. Aku duduk di kursi yang menyangga tubuhku untuk melihatmu. Tapi itu tak lama. Sampai saatnya dia lebih dari kita.
-Dara

December: Still In Love With YouWhere stories live. Discover now