Jika ada kepercayaan,
pasti akan ada penghianatan.
Jika ada kesamaan,
pasti akan ada perbedaan.
Jika ada kebahagiaan,
pasti akan ada kesedihan.
Jika ada tujuan,
pasti akan ada perjuangan.
Semuanya saling berkaitan,
sama seperti matahari dan bulan,
yang akan muncul secara bergantian.
*****
"GALILA ARETHA SHAKAYLA"
Merasa namanya dipanggil gadis berambut sepinggang itupun mengangkat tangannya.
"Saya pak" jawabnya dengan senyum mengembang
"Kamu masuk kelompok B" ucap pak Andi, guru mata pelajaran fisika yang kini ditunjuk menjadi guru pendamping ekskul taekwondo
"Baik, pak" gadis itu bergegas berdiri dari duduknya dan bergabung dengan kelompok yang sudah ditentukan oleh guru pendamping tersebut.
"Apa? Gak bisa lah pak!" Protes sang ketua kelompok B yang membuat semua orang yang ada dilapangan menoleh kearahnya
"Kenapa ga bisa?" tanya sang guru," Jelas-jelas kelompok kamu yang kekurangan anggota" tambahnya.
Laki-laki bertopi hitam dengan logo taekwondo SMA Central, yang ditunjuk menjadi ketua kelompok B itu menggaruk belakang lehernya, bingung harus beralasan apa untuk menolak. Baginya dengan jumlah 4 anggota saja sudah lebih dari cukup walaupun kelompok lain mempunyai anggota 6 orang.
"Masih jadi ketua kelompok aja songongnya udah kebangetan!"gerutu gadis yang namanya baru saja dipanggil membuat cowok itu menoleh dengan tatapan tajamnya dan di balas dengan menjulurkan lidah oleh gadis bernama Galila Aretha Shakayla itu.
"Keputusan saya sudah bulat, jadi tidak boleh protes!" Tegas pak Andi yang membuat sang ketua kelompok B mendengus sebal.
Tak lama dari itu, Pak Andi bergegas melangkah pergi karena ada rapat. Kini tersisa para siswa yang mengikuti ekskul taekwondo, mereka sedang berdiskusi menentukan hari latihan sesuai kelompok masing-masing.
"Oke, jadi, untuk kelompok A latihan pada hari Kamis pulang sekolah" seru ketua kelompok A yang bernama Harun.
"Untuk kelompok B sudah sepakat hari Kamis juga!" saut sang ketua kelompok
"Waduh, ga, bisa sama, Zam. Kan kita cuma punya satu aula untuk taekwondo. Jadi, salah satu dari kelompok kalian harus mengalah" ucap Kenan, murid kelas 12 yang kini menjabat sebagai ketua ekskul taekwondo.
Mendengar itu ketua kelompok B yaitu Nizam berdecak kesal dan mengacak rambutnya frustasi. Lalu setelah berunding cukup lama, akhirnya setiap kelompok sudah menentukan hari dimana mereka akan memulai latihan.
Matahari pun mulai terbenam dan waktu yang ditunggu oleh semua orang tiba. Pulang, satu persatu mulai beranjak dari tempatnya dan hanya tersisa beberapa orang yang masih menunggu jemputan, termasuk gadis bernama Galila Aretha Shakayla yang dipanggil Etha oleh teman-temannya.
Etha mulai gelisah karena hari semakin gelap dan dia belum juga dijemput oleh mamanya. Tangannya sibuk mengotak-atik hp hitam miliknya, mencoba menghubungi siapa saja untuk menjemputnya. Tak lama seorang Pria paruh baya dengan motor matic dan jaket hijau berhenti didepannya.
"Atas nama kak Etha, ya" gadis itu menoleh karena namanya dipanggil
"Iya, pak, ada apa, ya?"
" Ini saya dapat orderan disuruh jemput atas nama Etha" tutur pria yang ternyata ojek online kiriman mamanya. Tanpa berlama-lama, Etha naik ke motor dan memakai helmnya.
YOU ARE READING
Obstacles
Teen Fiction"Memilikimu adalah rintangan bagiku" "Terima kasih untuk segala perjuangan ini" ~~~ Happy Reading!!!
