Satu

27 4 0
                                        

Tanpa sepengetahuanku aku mulai masuk kedalam masalah yang pelik ini, begitulah takdir Tuhan menuntunku

                 _Billa_

Author POV

"Halo Assalamualaikum ma,hari ini Billa pulang ke Indonesia tunggu Billa di airport ya ma!"gadis itu kemudian mengambil tas dan kopernya menuju pintu masuk bandara internasional tersebut.

Selama perjalanan Billa sangat menikmati pemandangan angkasa yg terlihat indah dari dalam pesawat.Gadis itu tersenyum  tak henti-hentinya mengagumi betapa indah ciptaan sang Maha Kuasa

Gadis itu melihat penumpang lain disebelah kirinya dia baru sadar bahwa yang sedari tadi disampingnya ini adalah laki-laki...
Laki-laki itu sedang tertidur menghadap kearahnya, Billa memperhatikan sejenak wajah itu dengan rahang tegas, kulit putih mulus,alis tebal yang rapi, dan hidung yang mancung. Namun sebelum ketahuan Billa segera memalingkan wajahnya kembali menatap pemandangan diluar jendela

.....

Kepulangan Billa disambut haru oleh ibu dan kedua adiknya, air mata Billa sudah tidak bisa dibendung lagi dia sangat merindukan Ibu dan kedua adiknya maklum saja sudah hampir 5 tahun Billa tidak pulang ke Indonesia karena terkendala oleh biaya. Billa kuliah disana karena mengikuti program beasiswa dari sekolahnya dulu.

"Assalamualaikum ma,"Billa mencium tangan Sandra  gadis itu sangat merindukan ibunya.

"Waalaikumsalam,Billa apa kabarnya Mama kangen sama Billa Hiks..hiks...hiks"air mata Sandra mengalir begitu saja melihat anaknya yang selama ini jauh darinya akhirnya kembali lagi kepelukannya.

"Iya maa Billa juga kangen sama Mama"Billa membalas pelukan Sandra dengan erat.

"Kak,ma.Pulang yuuk Uki pegel nih berdiri terus"celoteh Uki adik Billa yang paling bungsu,dia duduk dilantai  bandara memegangi kaki sembari melihat drama keluarganya yang tak kunjung usai itu.

"Iyanih kak pulang yuk ntar deh kangen-kangenannya di rumah aja,kasian si Uki udah pegel-pegel kakinya tuh nyampe selonjoran dilantai dia."Alif tertawa melihat adiknya yang menaruh muka melas agar mereka cepat pulang.

"Iya,iya ayo kita pulang kakak juga bawa oleh-oleh banyak loo buat Mama,Alif,sama Uki"

Mendengar kata "oleh-oleh" Uki langsung loncat kegirangan
"Oleh-oleh kak?,asiiiik Uki dapet oleh-oleh horeeee,Ayuk kak kita pulang,Uki udah gak sabar mau liat oleh-olehnya"

  Ditempat lain...

"Assalamualaikum,Ma"lelaki itu mencium punggung tangan sang Ibu.Seraya menghempaskan tubuhnya di atas sofa kemudian melonggarkan dasi yang melilit dilehernya itu.

"Waalaikumsalam,gimana lancar urusan bisnisnya?"tanya sang ibu seraya meminum teh hijaunya.

"Alhamdulillah,lancar ma"

"Kamu ini lo Gibran,bisnis terus yang diurusin kayak papamu pulang-pulang cuman bawa tumpukan-tumpukan kertas doang,sekali-kali kek kamu pulang bawain mama calon mantu,kamu ini udah pantes buat nikah apalagi yang kamu tunggu,bisnis lancar,punya muka cakep,otak pinter,kamu itu udah mapan sekarang ayolaah mama udah pengen gendong cucu ini,"rengek Diana

"Hufft,ntar dulu yaa ma ngebahas nikahnya Gibran capek mau istirahat dulu,Gibran kekamar dulu ya ma"Gibran pergi meninggalkan mamanya sendiri dia tidak mau berlama-lama duduk dengan Mamanya.

Mamanya pasti selalu membahas tentang pernikahan yang membuat kepalanya semakin pusing...

Dirumah Billa...

"Kak,abis ini kakak mau kerja dimana?"Alif bertanya sambil memakan potongan pizza yang dibeli Billa.

"Kakak juga nggak tau,kayaknya mah kakak mau nyoba cari kerja di perusahaan dulu deh siapa tau keterima"Billa berbicara dengan mulut yang penuh dengan pizza

"Kakakkan lulusan Oxford University coba deh kakak ngelamar kerja di perusahaan Diwangkara dulu,siapa tau kakak bisa keterima di sana kebetulan waktu itu Alif baca koran punya pak satpam sekolah dan ada loker di sana "usul Alif

"Yaudah,lusa kakak coba ngelamar disana semoga aja keterima ya dek,"Billa berdoa dalam hati semoga dia dapat diterima diperusahaan Diwangkara itu.

 

MiracleStories to obsess over. Discover now