You Me Her

2.3K 301 65
                                    

"aku ada kerjaan ke Malaysia, gak lama juga paling 2 sampe 3 harian" jawabku, hp aku jepit diantara pundak dan telinga sementara tangan kananku sibuk memegang apel dan tangan kiriku menjinjing sepatu.

"hati-hati yo" teriak mami yang melihatku sedikit berlari menuruni tangga.

"morning mom" jawabku "kamu ada jadwal?" tanyaku pada wanita diujung line telepon.

"aku, kayanya ada" suara yuki terdengar lembut. Semakin hari aku merasa ia membuatku nyaman.

"tadinya aku pikir kamu bisa ikut" jawabku.

"mas kan kesana kerja" ucapnya mengingatkan.

"kalo kerjanya ditemenin kamu kan lebih enak" balasku, kemudian duduk di sofa, dan menaruh sepatu di depanku, jujur saja solo-jakarta saja sudah membuatku susah untuk menemuinya.

"lain kali deh, kalo ada waktu kosong aku ikut" suaranya membuat senyum di bibirku.

"bener? Kalo gitu temenin aku test drive ya" pintaku.

"kapan?" Tanyanya pelan.

" jadwal pastinya belum keluar, nanti aku kabarin"

"mmm oke, emang mas ada jadwal test drive dimana?"

"sanghai" jawabku singkat, aku mendengar desahan tak percaya dari yuki "aku serius" lanjutku "karna kamu udah janji gak bisa bilang gk ya"

"ih kiraiin deket, kalau itu mesti kosongin jadwal dong"

"harus kosongin jadwal" ucapku menekankan.

"iya, iya, ya udah sana dari tadi yang mau lari sampe jam 7 gini belum pergi juga"

"lebih asik ngobrol sama kamu dari pada lari, paling nanti di ganti olahraga dirumah aja kayanya"

"tuh kan, aku malah jadi ganggu jadwal mas" keluhnya

"kan yang mau di ganggu aku" jawabku tersenyum.

"mmm mulai deh, ya udah sana olahraga, kerjanya jangan kebanyakan bengong mikirin aku" ucapnya dengan tawa.

"mmm kalau kamu suru buat gak mikirin kamu, aku gak bisa janji" aku melihat mami yang sedang sibuk menyiapkan sarapan melihat kearahku aneh.

"iya juga sih" balasnya " ya udah gih sana, bye" lanjutnya.

"bye, I miss you" ucapku dan hanya di jawab dengan tawanya.

"iya mas aku tahu, udah ah sana olahraga jangan banyak alesan" suaranya yang terdengar sedikit marah membuatku tertawa.

"siap, hati-hati dijalan ya" jawabku, karena tau sebentar lagi dia akan berangkat shooting kemudian mematikan sambungan telepon.

"kayanya ada yang punya pacar baru" ledek mami " apa pacar lama rasa baru?" lanjutnya

"apaan sih mih, belum pacar"

"masa belum pacar udah bilang miss miss an gitu, kenalin dong ke mami, apa mami udah kenal?"

"belum, mami belum kenal dia" jelasku, aku gak mau mami salah mengira Yuki adalah Sarah.

"terus siapa? Jarang loh kamu tingkahnya kaya gitu"

"kaya gimana sih mih??" tanyaku sambil mengencangkan tali sepatu.

"waktu sama sarah dulu, sarah sering cerita kalau kamu kurang ekspresif kalo ngungkapin sesuatu" sontak jawaban mamih membuatku berhenti mengikat tali sepatu sebelum melanjutkannya kembali.

"itu perasaan dia aja kali"

" perasaan sarah doang atau emang cewek ini yang bikin kamu berubah" ledek mami.

are we meant to be? Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang