1. Rachella

195 16 5
                                        

     Perkenalkan, Namaku Rachel, oh, lebih tepatnya Rachella amanda gabriella, biasa dipanggil Rara. Umurku baru 16 tahun, dan tentunya aku baru memasuki masa SMA ku.

     Kalau mendengar cerita dari Kakakku dan orang lain, sepertinya masa SMA itu indah. Entahlah, aku sudah tidak sabar untuk membuktikannya.

     Besok adalah hari pertamaku masuk sekolah setelah MOS diadakan. Kalian tau rasanya? menurutku ini sangat menyenangkan, aku tidak sabar, ya, rasanya aku ingin mempercepat waktu saja.

|||||

"Ohh… apa sekarang sudah pagi?" ucapku sambil mengusap usap mata.

"Udah jam 7 Ka, Cepet mandi!" aku dapat mendengar perintah Bunda dari ambang pintu.

"Iya bun, Rara bangun nih, otw kamar mandi bun, tenang aja." jawabku santai, kemudian mengambil handuk dan menuju ke kamar mandi.

     Aku tidak terlalu ambil pusing saat bunda mengatakan bahwa sekarang sudah jam 7 pagi. Kalian tahu kan? seorang ibu biasanya punya sejenis konspirasi, agar perkataannya bisa dipercaya dan menakutkan. Tapi itu tidak mempan bagiku.

     Setelah selesai, aku bergegas menuju ruang makan. Kamarku berada di lantai atas, jadi, aku harus menuruni tangga untuk sampai keruang makan. Sebut saja ini kegiatan pengganti olahraga bagiku, karena aku memang jarang berolahraga. Tapi aku tidak gendut ya! cuma pipiku saja yang chubby.

"Pagi bunda, pagi ayah," sapaku pada ayah dan bunda, kemudian duduk di meja makan sambil mengambil beberapa roti untuk kumakan.

"Pagi sayang," jawab mereka berdua kompak.

Aku melirik sekilas pada Kakak yang berada di sampingku, dia terlihat sedang sibuk sekali, entah mengerjakan apa.

"Kak, sibuk amat deh," tanyaku kepo.

"Kenapa? peduli? tadi juga gak nyapa," ketusnya tanpa melihat kearahku.

     Aku menyunggingkan senyum, aku rasa aku berhasil membuat kakak marah. Aku sengaja membuat kakak marah, bahkan yang tadi aku tidak menyapanya juga memang sengaja. Menurutku, berantem dengan saudara itu seru.

"Yaudah si ka, gitu aja ngambek." balasku tidak kalah ketus.

"Lah, ko?! kenapa yang marah lu? harusnya gue, tong!" kesalnya.

"Udah deh, cepet makan! abis itu sekolah yang bener," timpal Bunda menasehati kami.

|||||

"Bun, Rara berangkat sekolah dulu, ya," pamitku pada bunda, aku meraih salah satu tangannya dan mencium tangannya sebagai salam.

"Hati-hati dijalan, jangan lupa bekalnya dimakan." perintah Bunda.

"Iya, Bunda Meylani tersayang … gak usah khawatir, tenang. Lagian Rachel bisa jaga diri kok," kataku sambil menenangkan Bunda yang kelihatan cemas sekali.

"Tapi tetep aja harus hati-hati. Ini hari pertama kaka masuk SMA, pokoknya harus bersikap baik, ga boleh nakal, nurut sama guru, oke?!" nasihat Bunda yang panjang sekali.

"Iya, Rara tau Bun, yaudah, Bun, Rara berangkat dulu. Dah bunda." aku berbalik, lalu melambaikan tangan ke arah Bunda sekilas.

"Iya." serunya.

Hello, The PastDonde viven las historias. Descúbrelo ahora