Hari ini masih seperti biasa, berkutat di balik meja kerja, dan ditemani secangkir teh tawar yang entah mengapa kali ini begitu pahit rasanya. Aku jenuh, jenuh dengan sesuatu yang monoton, sesuatu yang harus aku ulang setiap harinya. Jika kamu jadi aku, apa kamu juga akan jenuh dengan ini?
Hey, bahkan aku belum memperkenalkan diri, namaku Jane. Dan saat ini aku bekerja di salah satu perusahaan swasta di kota Bandung. Hampir 2 tahun aku bekerja di perusahaan ini. Maka tidak salah kan jika aku mulai bosan?
"Hai,Jane. Suntuk amat kenapa?" Sapa seseorang membuyarkan lamunanku. Aku menoleh
"Eh, Ra" Ternyata Dara teman satu divisi-ku "biasalah lagi bosen aja. Butuh liburan ni kayanya gue suntuk kerja mulu." Lanjutku menghela napas.
"Ah elah, Jane Natasha mulut lo bilang liburan-liburan tiap gue ajak lo pergi alesan lo dikejar deadline lah apa lah, cuma sekedar wacana tau gak." Cerocosnya membuatku tertawa geli. Kemudian Dara duduk kursi sebelahku sambil menaruh berkas yang dia bawa dari ruang Pak Beny- Manager-ku.
"Iya iya, gua salah. Ya lagian bos lu tuh, minta gue kerjain design cepet cepet kan gue gak bisa nolak, Ra."
"Hahaha terimain aja lah salah siapa lo jadi "karyawan kesayangan" si Pak Beny." Ucapnya tertawa. "Atau atau dia suka sama lo jadi dia cari alasan aja biar bisa lama sama lo." lanjutnya di sela-sela tawanya.
Aku menaikan bahuku "Dih, amit deh jangan sampe deh gue. Buat lo aja deh sana. Hahaha" kita tertawa bersama.
***
Jam menunjukan pukul 7 malam. Aku masih berada di balik meja kerja ku dengan tumpukan kertas design yang berada di meja kerjaku. Sendirian di ruang kerja bukan hal aneh lagi bagiku, Dara sudah pulang sekitar setengah jam yang lalu. Aku menghela napas dan mengalihkan pandanganku pada handphone ku yang bergetar. Tertera satu nama di layar sana.
From : Mahesa
Honey, jangan bilang kamu masih dikantor :( telpon aku gak diangkat. Why?
Aku mengerutkan dahi ku sambil buru-buru mengecek daftar panggilan yang masuk. Astaga, 12 panggilan tidak terjawab dari Mahesa. Aku menepuk dahiku, masa sampai tidak sadar sih.
To : Mahesa
Aaaa sorry,honey aku ga sadar tadi hp aku di silent. Iyaa aku masih di kantor ni masih ada kerjaan. But, tenang aku bentar lagi pulang kok. 🖤
Aku meletakan kembali handphone-ku yang tak lama berdering kembali.
From : Mahesa
Jangan terlalu maksain diri sayang :( tunggu aku jemput ya udah di jalan ni. Satu perempatan lagi. Love you 🖤
Aku tersenyum kecil, dia selalu melakukan hal yang tidak pernah aku duga. Bahkan untuk hal kecil sekalipun.
To: Mahesa
Okee, can't wait to see you! 🖤
Aku bergegas merapikan meja kerjaku. Dan berjalan menuruni tangga menuju lobi, biasanya Mahesa selalu menungguku disana. Benar dia bilang aku tidak boleh terlalu memaksakan diriku. Aku merapikan rambutku dan tak berselang lama mobil berwarna hitam berhenti tepat di hadapanku.
"Hai sayang," sapa seorang lelaki didalamnya sembari memamerkan deretan giginya yang rapi. Ah, hampir seminggu aku tidak melihat senyum itu.
"Sayangggg" seruku langsung masuk kedalam mobil itu dan menatapnya lekat-lekat sambil tersenyum. Dia menaikan alisnya dan tersenyum geli.
"Why? Segitu kangennya sama aku ya?" Ejeknya. Aku mengerucutkan bibirku dan melipat tanganku di depan dada dan langsung membuang muka mengacuhkan pertanyaannya.
"Yaudah aku pulang sendiri aja." Ketusku.
"Eitss jangan ngambek dong sayang, maaf deh maafin aku ya, aku juga kangen kok sama kamu. Lebih dari yang kamu rasain." Ucapnya sambil merengkuhku kedalam pelukannya. "Aku sayang kamu." Ucapnya lembut.
"Too." Jawabku singkat.
"Udah gitu doang?" Dia menolehkan wajahku untuk menatapnya. Aku menyeringai geli.
"I love you too Mahesa Maheswara bang toyib yang jarang pulang." Balas ku memeluknya manja. Dia mengacak-acak rambutku. "Beb, aku mau ngomong." Sambil menegakan badanku.
"Oke, silahkan sayang,"
"Serius," aku menatapnya serius.
"Kenapa? Jangan bikin aku takut ah."
"Sebenernya aku..." sambil menundukan pandanganku membuatnya memaksaku kembali untuk menolehkan pandanganku ke arahnya.
"Hey, don't make me afraid, Beb. Ngomong yang bener ya?" Aku melihat tatapan khawatir di wajahmu.
"Sebenarnya aku lapar yang, dari siang gak makan siang tuh si bos rese ngasih aku kerjaan banyak amat!" Ucapku sambil tertawa lebar.
Mahesa menghela napas lega dan menyandarkan punggungnya lemas "Astaga sayang, gitu doang kenapa harus pake wajah kaya tadi sih? Bikin aku jantungan tau gak?"
Aku tertawa dan memeluknya "Sorry, kan gak tiap hari ketemunya. Sorry ya? Ya? Ya? Ya?" Mataku berbinar menatapnya. Dia menatapku sekilas dan mengecup dahiku.
"Kalau yang ini aku gak bisa nolak, " balasnya sambil memasangkan safety belt ku. "Jadi kamu mau makan apa princess Jane?"
"KFC!" Seruku antusias.
Dia menyeringai dan melajukan mobilnya menembus malam kota bandung menuju jalan Ir.H. Juanda yang malam ini tidak macet seperti biasanya. Ditemani alunan lagu dari Jaz-Teman Bahagia. Aku melirik Mahesa sesekali yang tidak berhenti tersenyum kemudian mengalihkan kembali pandanganku ke arah jalanan melupakan penatnya hariku saat ini.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.