Kintan berlari di sepanjang jalan raya. Kaki kecilnya yang tidak panjang ia paksa untuk melangkah lebar demi mengejar sesuatu yang baginya adalah penting. Sebentar lagi bus bernomer 15 yang akan ia tumpangi akan berhenti di halte. Halte tempat dimana biasanya Kintan menunggu bus yang akan membawanya pulang.
Sore ini selepas pulang bekerja, Kintan terpaksa harus berlarian karena takut tertinggal bus. Biasanya dia akan memilih berjalan santai bahkan mengobrol dengan teman kerjanya di restoran terlebih dahulu sebelum pulang. Lalu, Kintan akan memilih untuk menaiki Bus 15 yang datang pada sesi berikutnya yaitu pada pukul enam. Kintan pulang pada pukul lima dan sesi terdekat bus 15 datang pada pukul lima lebih lima belas. Waktu lima belas menit sangat mepet bagi Kintan untuk berganti baju dan berjalan menuju halte. Oleh karena itu dia lebih memilih pada sesi pukul enam.
Tapi hari ini adalah pengecualian. Sejak pagi tadi ketika dia bangun tidur, Kintan sudah tidak sabar menunggu malam hari tiba. Oleh karena itu saat jam pulang kerjanya berakhir, Kintan sangat bersemangat untuk pulang.
Kintan menuruni bus 15 yang baru saja dia tumpangi. Berjalan kembali selama sepuluh menit, akhirnya Kintan sampai pada unit apartmennya. Hari ini dia sangat bersyukur karena kamarnya tidak terletak pada lantai atas melainkan hanya di lantai lima sehingga Kintan bisa cepat sampai unit kamarnya. Dia memencet pasword kamarnya dan segera masuk dengan terburu-buru. Kintan melihat jam di dinding, kemudian dia memekik dengan kencang.
“Aaaaa, udah jam tujuh!”teriak Kintan sambil berlarian menuju ruang tamu.
Dia mengambil remote televisi dan menghidupkan tv nya. Kintan segera mencari chanel dimana acara yang dia tunggu sedari pagi tadi akan dimulai.
“Hah, akhirnya gue enggak ketinggalan,”gumam Kintan dengan senang saat tv dihadapannya masih menunjukan pembukaan acara.
“Lo apaan sih, teriak-teriak gak jelas?”
Marine berjalan mendekati Kintan yang sudah duduk di sofa depan tv. Marine melihat layar tv kemudian dia menghela nafas.
“Pantes aja, idola lo mau nyanyi ya?” tanya Marine.
Kintan mengangguk-anggukan kepalanya dengan semangat. Ya, melihat idolanya bernyanyi di layar televisi adalah alasan mengapa Kintan hari ini begitu terburu-buru. Tepat pukul tujuh sang idola akan bernyanyi di salah satu acara penghargaan musik yang terkenal.
Idola Kintan adalah Samuel Panutan. Penyanyi berusia 24 tahun yang sangat terkenal. Samuel sudah terjun didunia musik sejak berumur 16 tahun. Jadi terhitung sudah 8 tahun Samuel berkiprah di industri musik. Selain suaranya yang merdu ketika membawakan lagu-lagunya yang langsung melejit populer, Samuel juga dianugrahi paras rupawan yang membuat sosoknya semakin digandrungi oleh banyak orang terkhusus para wanita.
Samuel adalah idola bagi Kintan. Kintan sudah menyukai Samuel sejak awal perjalan karir bermusik Samuel. Pertama kali Kintan melihat Samuel adalah saat dia iseng berjelajah di dunia youtube. Saat itu dia sangat tertarik dengan berita Samuel yang ternyata diam-diam mendonasikan sebagian uangnya untuk membantu anak-anak terlantar. Bahkan Samuel membuat kegiatan sosial yang dia lakukan rutin setiap tahun untuk membantu mengentaskan keterbelakangan pendidikan bagi anak-anak terlatar di negara ini. Sungguh melihat video bagaimana Samuel berinteraksi dan mengajar anak-anak kecil membuat hati Kintan langsung trenyuh. Sejak saat itu Kintan resmi menjadi stalker seorang Samuel. Dia mencari tahu banyak informasi tentang Samuel dan mengerti bahwa ternyata Samuel adalah artis pendatang baru di dunia hiburan.
“Astaga, liat Mar. Gila, suaranya keren abis. Lo denger itu, dia live Mar, enggak lipsing kaya artis kawe-kawean itu!” Kintan berseru.
Dia sudah sering melihat live performance dari Samuel tapi tidak ada satu kalipun dia berhenti untuk terpukau.
His voice totally awesome.
Kintan benar-benar tersihir dengan suara Samuel. Memang bukan jenis suara lembut yang mampu mengahantarkan tidur. Suara nya lebih terdengar gentle dan membuat enggan memejamkan mata, sebab ingin terus mendengarkan.
“Ya, He’s totally hot Kin,”kata Marine yang kini mulai ikut menikmati suara Samuel.
“Ah elomah, gue bilang suaranya lo nyambungnya malah kemana,”seru Kintan sewot.
Aslinya Kintan merasa kesal karena Marine bilang kalau Samuel hot. Kintan juga tahu kalau Samuel itu hot as hell. Tapi dia merasa kesal saat ada cewek lain yang bilang begitu.
Haish, udah gila nih gue. Tau sendiri kalau Samuel itu milik bersama.Ya kali gue mau monopoliin dia. Jelaslah, kagak bisa!!!
“Ya gue kan scanning body-nya dulu baru dengerin suaranya Kin,”kata Marine sambil tertawa.
Kintan mendesis. Mana bisa begitu?
Kintan kembali memalingkan wajahnya untuk kembali menatap Samuel yang sedang menyanyi.
Maafkan kesalahanku
Kehilanganmu begitu menyakitkan
Kuharap kau kembali
“Anjiir nih hot singer kenapa lagunya dalem banget sih,”celetuk Marine.
Kintan mendesah, “ini lagukan memang dia ciptain buat mantannya itu,”sungut Kintan.
Kintan memang bawaannya sensi sekali kalau membicarakan mantan dari Samuel. Karena Kintan kesal Samuel masih saja belum bisa move on padahal udah hampir dua tahun putus. Mantannya saja sudah tak terhitung bergonta ganti pacar, sedangkan Samuel masih saja terpuruk.
Hari gini masih mengharapkan mantan? Please, Babang Samuel mending move on ke gue aja deh.
Memang sudah menjadi makanan para paparazi dan akun-akun gosip mendsos kalau Samuel Panutan belum bisa move on dari Helena, mantan pacarnya. Menjalin hubungan selama kurang lebih dua tahun tampaknya masih melekatkan kenangan-kenangan indah bagi Samuel yang sulit terhapus. Meskipun begitu, tidak terpungkiri bahwa beberapakali Samuel terlihat dekat dengan beberapa wanita lain. Sayangnya, hubungan mereka hanyalah rumor yang Samuel sendiri tidak pernah mengkonfirmasi adanya jalinan asamara antara dirinya dengan para wanita tersebut.
“Mar, gue mau jadi artis deh,”kata Kintan secara tiba-tiba yang membuat Marine tersedak jus yang di minumnya.
“Hah? Lo enggak lagi ngigau kan?” tanya Marine.
Wajar saja kalau dirinya bertanya begitu. Aneh sekali mendengar Kintan yang tiba-tiba ingin menjadi artis.
Kintan menggeleng. Dia tahu menjadi artis bukanlah perkara yang mudah, tapi dia sudah bertekat.
“Enggak dan gue serius Mar.”
“Hah?” Marine sepertinya masih syok.
“Lo tenang aja Mar, gue udah tahu jalan gue buat jadi artis kok. Lo tinggal support gue aja. Oh iya, lo bakal gue jadiin manager gue kalau gue jadi artis. Tenang, lo enggak bakal gue lupain kok,”kata Kintan kemudian berdiri dari duduknya. Tepat ketika acara penghargaan musik itu berakhir.
Sementara Marine nampaknya masih terkejut.
To be continue . . .

Kintan: Mar gue cantik enggak?
Marine: Cantik Kin cantik kok.
Kintan: Berarti bisa dong gue jadi artis?
Marine: *tepok jidat*
Kintan and her obsession. Wkwk
YOU ARE READING
Totally Yours
General Fiction-UPDATE SETIAP HARI- Samuel Panutan, penyanyi terkenal yang sudah berkecimpung di dunia musik selama 8 tahun. Sosoknya yang paras rupawan serta suaranya yang merdu mampu menyihir para wanita untuk menggandrunginya. Sayangnya, penyanyi berusia 24 tah...
