SUARA riuh kantin memekakkan telinga seorang laki-laki berdarah Jerman yang kini menjadi pusat kerumunan.
Seorang gadis menyodorkan sebuah bucket bunga ke hadapannya sambil tersenyum manis, berbanding terbalik dengan laki-laki itu yang menatapnya dengan tatapan menusuk yang tajam.
"Garvin terima Rellia ya?" katanya dengan tatapan memelas.
"Terima! Terima!"
Dan lagi-lagi suara memekkan telinga dari para penonton yang menyaksikan membuat Garvin muak di tambah dengan gadis di depannya ini.
"Kalau Garvin terima Rellia, ambil bunga ini!" Rellia tersenyum dengan tatapan memohon yang dibalas dengan Garvin dengan tatapan tajamnya.
Garvin menerima bunga itu. "Gua akan terima bunga ini, dengan satu syarat!"
"Apa?"
"Lu harus siap jadi babu gua dan ikutin semua yang gua mau!"
Rellia langsung memgangguk setuju tanpa berpikir panjang. Biarlah ia menjadi babu, tetapi ia selalu dekat dengan Garvin.
"Oke sekarang kita pacaran!"
Rellia bersorak senang dengan memeluk Garvin erat. Tetapi Garvin tidak membalasnya ia hanya diam, bahkan sangat risih. Garvin akhirnya mendorong Rellia sampai ingin terjatuh tapi Rellia bisa mengimbanginya. Rellia tidak marah, sungguh! Dia masih bisa tersenyum cantik.
⚠ : Aku merubah alurnya, yang tadinya prolog Garvin menolak, sekarang jadi menerima. Dan mereka resmi berpacaran.
YOU ARE READING
KAKTUS
Teen FictionHanya disini. Kalian akan menemukkan hal-hal yang sangat aneh dan menyakitkan. Aurellia Farenissa, gadis cantik yang sangat loveable dan lovely. Tetapi masih saja di sia-siakan dengan laki-laki yang menjadi kekasihnya. Mungkin hanya Rellia lah, yang...
