Seorang gadis berparas Cantik nan mempesona ini mampu memikat siapa saja yang melihatnya, lihat saja kini, saat ia berjalan melewati lorong sekolah yang penuh dengan kerumunan siswa laki-laki, seketika gadis ini menjadi pusat perhatian dari beberapa pasang mata. Sebagian ada yang menyapanya dengan rayuan dan gombalan yang menurutnya sangat murahan dan tidak berguna, sebagian lagi ada yang bersiul dan menatapnya dari atas hingga bawah yang di tanggapi biasa saja olehnya, baginya ini sudah biasa.
"Ryn lo mau gak jadi pacar gue? Gue suka sama lo sejak pertama kita ketemu di kantin, gue janji kalau gue akan sayang sama lo selamanya dan gak akan ninggalin lo" Ucap seorang cowok yang tiba-tiba berlutut di hadapannya.
"Alah omong kosong!" Gadis itu hanya mengibaskan tangannya lalu berlalu begitu saja meninggalkan cowok yang masih berlutut di hadapannya.
Dia Mauryn Ariella.
Sang pemilik senyuman termanis di sekolah Pelita Bangsa. Parasnya yang cantik nan mempesona membuatnya dengan mudah mengambil hati banyak cowok yang melihatnya tapi sayangnya Mauryn Ariella sangat sulit untuk ditaklukan. Bukan karena ia tidak mau berpacaran tapi ia mempunyai alasan tersendiri untuk menolak setiap cowok yang mengajaknya untuk menjalin hubungan atas dasar cinta.
Insiden dimasa lalunya membuatnya begitu takut untuk mengenal cinta. Terkhianati dan tersakiti karena cinta adalah alasan utama mengapa ia sangat takut untuk jatuh cinta. Di sia-siakan dan di tinggalkan begitu saja di saat kepercayaannya akan sebuah cinta sangatlah kuat. Kejadian itu berhasil membuatnya meragukan adanya cinta sekaligus takut untuk jatuh cinta lagi.
Masih adakah cinta yang tulus didunia ini tanpa kenapa, sebab, karena, dan berjuta alasan yang indah di dengar namun begitu pahit di akhir cerita?
Dia Mauryn Ariella
Gadis yang memiliki sejuta ketakutan akan hal yang berkaitan dengan cinta.
YOU ARE READING
ALRIGHT
Teen FictionKisah antara dua insan manusia yang tak percaya dan meragukan segumpal perasaan yang di sebut CINTA. Dengan latar belakang yang berbeda. Kehilangan CiNTA Datang untuk CINTA pergi karena CINTA Dan membenci untuk menCINTA Kamu kah ujung perjalananku?
