Prolog

1.1K 111 2
                                        

Keenam gadis itu duduk melingkar di salah satu sudut kelas. Niatnya mereka akan melakukan evaluasi sikap agar pertemanan mereka jauh lebih baik lagi kedepannya, nyatanya mereka justru sibuk dengan kegiatan masing-masing seolah melupakan tujuan awal mereka berkumpul saat ini.

Gaby menatap teman-temannya bosan, sudah hampir satu jam ia membaca novelnya di hadapan kelima sahabatnya yang tengah sibuk sendiri.

Ah, iya sebelumnya perkenalkan kelima sahabat Gaby. Yang pertama ada Yeasline Diajeng Happyna, gadis yang duduk di sebelah kiri Gaby dan tengah bermain game di psp dengan telinga tersumpal headphone. Gadis itu memiliki wajah jutek mirip pemeran antagonis di sinetron, tapi sebenarnya ia tipe orang yang suka galau sambil minum segelas kopi diiringi lagu-lagu mellow asal Korea Selatan.

Yang kedua ada Yumna Aura Silviana Abdurrahman, gadis yang tengah membaca al-qur'an di handphone-nya itu merupakan gadis yang paling taat agama dibanding sahabat-sahabatnya. Tapi, jiwa keibuannya yang terlalu menonjol kadang membuatnya lebih rempong dari emak-emak yang suka nongkrong di tukang sayuran.

Selanjutnya ada Senja Inriani Nubatonis, gadis yang duduk di sebelah Yumna sambil menyantap gorengan itu memang paling suka makan, punya semangat tinggi, terkadang keras kepala dan mau menang sendiri tapi punya banyak teman juga paling gampang akrab dengan orang baru.

Lalu ada Baby Sindyani Mustari. Gadis yang kerap disapa Sindy itu memang sangat suka berdandan. Seperti sekarang, gadis itu tengah memakai lipstik. Punya sifat manja yang gak ketulungan juga sangat cengeng alias baperan.

Kalo yang sedang menonton anime di handphone-nya itu namanya Zhiva, Zhiva Purwantika. Tipe orang yang hanya berbicara seperlunya, hanya menjawab jika ditanya, tidak suka bertanya dan agak cuek dengan keadaan sekitar.

Terakhir, ada Gaby Natarisa. Gadis tomboy yang punya otak cerdas dan lemah di aktifitas fisik seperti olahraga, agak hiperaktif dan suka melawak walaupun kadang lawakannya tidak lucu.

Gaby menghembuskan nafasnya kasar lalu menutup dan membanting novel yang sejak tadi dibacanya keatas meja, membuat yang lain tersentak bahkan Yeasline sampai menggerutu kecil karena Mario jadi menginjak jamur.

"Apaan sih? Lo bikin kaget aja tau gak?" tanya Senja setengah emosi, "Kalo gue keselek terus mati, lo mau tanggung jawab?" lanjutnya masih emosi.

"Iya-iya gampang, entar lo yang tanggung terus gue yang jawab," sahut Gaby asal.

"Serius deh, Ge! Lo ada masalah apa sih? Sini cerita, kali aja gue bisa bantu do'a." ujar Yumna membuat Gaby memutar bola matanya malas.

"Kalian lupa tujuan kita ngumpul disini?" tanya Gaby mengangkat alisnya.

Yumna menepuk dahinya pelan, "Astagfirullah lupa, kita kan mau evaluasi, ya?"

"Ok, kita langsung mulai aja, ya? Zhiva masih sependiam biasanya, Yumna terlalu rempong, Yeasline terlalu cuek dengan keadaan sekitar, Sindy harus kurangin sifat manjanya terus Gaby harus mulai percaya sama kita dan kita semua harus cerita juga saling bantu satu sama lain kalo ada masalah apapun," jelas Senja.

"Dan lo harus kurangin sifat egois dan mau menang sendiri lo, Sen," tambah Yumna membuat Senja mengangguk-angguk paham.

"Ok, evaluasi hari ini kita cukupkan sekian, balik kanan bubar jalan!" seru Senja meniru amanat pembina pramuka minggu kemarin, lalu beranjak meninggalkan kelima sahabatnya yang masih melongo.

"Lah gitu doang? Terus ngapain daritadi gue nunggu kalian beres sama aktifitas kalian sendiri? Tau gitu mending balik aja daritadi," keluh Gaby.

Padahal biasanya jika evaluasi begini mereka akan berdebat saling menyalahkan satu sama lain mengenai sikap buruk yang mereka miliki dan berpotensi merusak pertemanan mereka. Walaupun setelah perdebatan itu mereka pasti berusaha memperbaiki sikapnya masing-masing dan evaluasi kali ini memang yang paling aneh karena berdurasi paling sebentar. Tapi, sudahlah yang penting Gaby bisa pulang cepat-cepat dan menonton oppa-oppa kesayangannya.

Tbc

Rock U [End]Stories to obsess over. Discover now