Di sudut ruang, menunduk. Diam.
Apakah kau memang pemurung? Atau itu hanya topengmu saja agar tidak ada yang mengusikmu saat merenung?
Diam.
Dua bulan sudah, mengenalmu yang duduk di sudut sana dari sudut sini. Tapi bahkan tidak belum pernah saling bertegur sapa.
Aku hanya tahu namamu dari buku presensi siswa.
Selebihnya, aku ragu. Apakah kau ini pemurung atau perenung? Kerjamu hanya diam saja saat hampir separuh sekolah kukenal dan mengenalku.
Sepertinya kau memang pemurung.
Mungkin kau tak suka berada di sini. Atau kau kurang suka berada di lingkungan yang asing bagimu. Atau kau tak suka karena sadar diam-diam kau kuperhatikan?
Lalu kau menjadi pemurung pelit kata dan suara.
Tapi ...
aku masih berandai kau bukan pemurung, perenung sajalah. Yang diam untuk memikirkan hal-hal besar. Aku misalnya.
YOU ARE READING
Still You
RomanceSegalanya kuumbar begitu saja, kecuali rinduku Segalanya kubuka begitu saja, kecuali hatiku Aku masih pengecut untuk melantangkan kamu, sejak hari itu, aku masih menggenggammu, sayangnya hanya dengan ingatanku.
