Hallo kawan........
Selamat datang di cerita aku. Hehe....
Makasih udah mampir buat baca, seneng banget deh aku nya..
Selamat menikmati ceritanya ya.. Moga aja pada suka. Wkwkwk.
Kepedean banget yak, belum tentu juga pada suka... hahahaaa... Eh, tapi kan aku berharap. Yah, serah deh.. hehe..
Udah ah, nggak mau banyak omong, nggak ada yang mau denger juga, kan mau baca cerita ya? Bukan baca celotehan aku.. hahaa..
Iya deh sorry sorry...
Langsung aja gih di baca..
HAPPY READING....
Di suatu siang dengan matahari yang amat terik tanpa awan menghalangi dan membuat siapa saja enggan untuk di terpa langsung oleh sang raja siang itu.
Rumah berlantai dua namun tidak terlalu besar, bernuansa putih dan hitam dihiasi berbagai tanaman dan terdapat pagar berwarna hitam di depannya. Rumah yang terlihat damai dan indah apabila kita lihat dari luar. Tapi tak semua yang terlihat indah di luar indah pula dalamnya.
Kenyataannya, meskipun rumah yang terlihat damai, bersih, dan nyaman untuk di tinggali itu menyimpan banyak ketidak damaian penghuni nya.
Rumah itu di huni 3 orang. Seorang ibu dan kedua anaknya, Galang Hernando Damian dan Sasha Damian.
Kisah kita mulai dengan.....
Suatu hari di dalam rumah itu.
Galang masuk ke kamar Sasha dan membuka lemari adiknya, mengacak-acaknya, mencari sesuatu yang kelihatan nya sangat dia butuhkan.
Tepat saat dia mendapatkan apa yang dia mau, adiknya Sasha datang dan sangat terkejut melihat pakaian di lemarinya berhamburan dan lebih terkejut lagi saat kakaknya itu memegang dompet yang berisi uang bulanannya.
"Kakak!!!" Seru Sasha menyadarkan Galang.
Galang langsung mengalihkan pandangan nya pada adiknya. Sasha buru-buru menghampiri Galang.
"Kakak ngapain? Itu dompet Sasha mau kakak apain??" Tanya Sasha.
"Kakak butuh uang kamu." Jawab Galang jujur.
Sasha terbelalak dan tanpa aba-aba langsung merampas kembali dompetnya dari tangan Galang.
"Balikin!!" Bentak Galang.
"Nggak, ini uang Sasha!"
"Balikin nggak!!" Galang berusaha merebut kembali dompet itu.
"Nggak!! Ini uang Sasha kak!" Sasha memeluk dompetnya.
"Kakak minta dikit!!"
"Kan Mama dah kasih kakak juga"
"Kurang!"
Galang merebut dompet itu dengan paksa namun Sasha masih mempertahankan nya. Hingga akhirnya, Galang yang menang. Ia berhasil merampas dompet Sasha dan Sasha terhempas ke lantai.
Dengan cepat, Galang mengambil uang dari dompet Sasha. Nominal 300 ribu.
"Itu uang Sasha kak!! Balikin!!"
"Bawel lo!"
Galang buru-buru keluar dari kamar Sasha.
"Kakak! Kak!!" Teriak Sasha namun tak dapat menghentikan kakaknya.
"Dasar kakak brengsek!!! Makhluk astral!! Ada gitu makhluk kayak lo hidup!!" Umpat Sasha keras-keras namun tak akan di dengar kakaknya.
Sasha menghela nafasnya kasar dan kembali berdiri untuk merapikan pakaiannya kembali.
"Untung gue ambil duit nya tadi pagi, kalo nggak kan raib semua duit gue" celoteh Sasha sambil membereskan pakaiannya.
Itulah Sasha dan Galang.
Galang saat ini berusia 20 tahun, sejak kecil Galang adalah tipe orang yang pendiam dan jarang berbicara, sekali berbicara perkataannya akan sangat ketus.
Sedangkan Sasha, saat ini usianya sudah 17 tahun. Saat kecil ia selalu ingin mengajak kakaknya bermain dan mengobrol layaknya kakak laki-laki dan adik perempuan. Namun, Sasha tidak pernah bisa, karena setiap kali ia mengajak kakaknya berbicara atau hanya sekedar bertanya, perkataan Galang akan selalu menusuk hatinya.
Hingga saat Sasha duduk di bangku kelas 5 SD dan Galang ada di kelas 8 SMP, ayah mereka meninggal. Membuat keduanya berubah.
Semenjak ayahnya meninggal, sifat Galang semakin parah, tidak hanya pendiam dan ketus, Galang menjadi lebih emosional. Selalu marah-marah. Tidak hanya pada Sasha namun juga pada ibunya. Hingga saat ini. Bahkan Galang sama sekali tidak mau mencari pekerjaan padahal dia sudah lulus dan tidak mau melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi.
Dan Sasha, semenjak kakaknya menjadi emosional, ia juga merubah dirinya menjadi seseorang yang lebih berani. Sasha tidak pernah lagi berkata manis pada kakaknya, jarang mengajak Galang bicara, dan selalu bertengkar dengan Galang. Terkadang, Sasha mendapatkan tamparan, pukulan, makian, dan dorongan dari Galang seperti tadi.
Namun, Sasha juga tidak pernah bisa melawan perlakuan kasar kakaknya, terkesan seperti mengalah, hanya saja, jika berdebat Sasha tidak segan juga untuk membentak kakaknya dan memakinya yang berujung membuat Galang semakin murka dan akhirnya mengasari adiknya.
Dan orang yang berhati paling sabar, lembut, dan hanya bisa ikhlas ialah ibu Sasha & Galang. Yang selama ini berjuang menafkahi kedua anaknya sendirian, dia bernama Yesi Citra Devi. Seorang wanita yang bekerja menjadi seorang Pegawai Negeri Sipil. Selama ini, Galang selalu membentaknya apabila ibunya tidak mau memberinya uang atau hal-hal yang Galang inginkan. Namun sekalipun Ibu Yesi tidak pernah balas membentak anaknya karena Sasha yang akan maju untuk membelanya.
«««««««««««««««»»»»»»»»»»»»»»»
Hai haiii...
Udah selesai yah bacanya?
Untuk selanjutnya, bahasa yabg akan digunakan bahasa campuran (terkadang baku terkadang non baku)
TERIMAKASIH lagi dan lagi nih, seneng banget kalo ada yang baca. Rasanya kaya, kalian ngirim pesan ke orang yang kalian suka terus di respon, pasti seneng banget kan? Ya gitu deh gambarnya.. hehe..
Oke deh, sampai jumpa di next part ya..
See you..
Dada..
Bye bye PROLOG :v
YOU ARE READING
IT'S ME
Teen Fiction"Jadi cewek ketus banget si!" "Woy! Gue lagi ngomong sama manusia kan? Bukan patung?" "Gue gak nyangka tu cewek bisa gitu" "Gila! Tu preman atau Sasha!?" "Eh, awas-awas! Beri jalan pada induk harimau" "Dia manis juga" "Gue suka sama dia" ~Arka & Sas...
