29

2.7K 267 16
                                    

PENDEKATAN LAGI

SELAMAM Oma sudah sadarkan diri, Stefan menjadi orang pertama yang dilihat Omanya ketika sadar. Oma yang masih menyimpan kekesalan kepada Stefan setelah kabur dari acara keluarga langsung mendapatkan pelototan tajam. Jangan salah, sekalipun Oma dalam keadaan sakit Oma masih bisa ngambek dan marah kepada Stefan.
"Oma, gimana perasaan Oma? Oma butuh apa?" Tanya Stefan penuh perhatian tak perduli jika Oma Wilma terus mengabaikan.

"Oma pasti haus," Stefan mengambil segelas air minum, ia memaksa Oma untuk minum dengan dalih agar tenggorokan oma tidak kering dan sakit. Oma menurut meski tak bersuara.

Yuki sudah pulang dari satu jam lalu karena harus menjaga Danish, semalam Danish menangis karena tidak menemukan ayahnya sehingga Yuki yang harus berperan menenangkan Danish di rumah keluarga Stefan. 

Pagi ini Stefan sudah rapi, begitu juga sang Oma sudah kelihatan segar, barusan dibantubperawat Oma membersihkan badan.

"Oma, jangan diem aja. Nanti Stefan tinggal pergi Oma nyariin. Bosen tahu Oma didiemin mulu." Klakar Stefan di samping sang Oma sembari merapikan kemejanya. 

"Oma," Panggil Stefan. "Stefan tahu ini bukan waktu yang tepat tapi Stefan juga nggak mau menunda lama-lama. Stefan mohon maafkan kesalahan Stefan, berikan Stefan kebebasan untuk menjalanlan kehidupan keluarga Stefan. Hidup dengan orangtua sambung itu tidak mudah sekalipun Stefan tahu Lina orang baik, sayang sama Danish dan juga keluarga tapi Yuki juga jauh lebih baik. Oma sudah melihat dan mengenal Yuki sejak dulu saat Stefan mengenalkan Oma dengan Yuki bahkan Oma sendiri yang meminta Stefan untuk cepat-cepat menikah dengan Yuki-" Stefan menjelaskan sambil menerawang ke masalalu dimana pertama kali ia mengenakkan Yuki kepada keluarga dan Oma menjadi orang pertama yang mengenal Yuki.  Oma dan Yuki terlihat sangat dekat disetiap pertemuan, kelihatan jika keduanya saling menyayangi satu sama lain. Tapi semua berubah saat Oma datang membawa Lina yang sudah tumbuh dewasa dan cantik ketengah tengah keluarga William. 

Oma menjadi dingin kepada Yuki meski tahu Yuki sedang mengandung anak Stefan, cucu Oma Wilma. Oma bahkan berubah kasar, apa yang Yuki kerjakan semuanya terlihat salah, oma juga selalu membanding-bandingkan pekerjaan Yuki dengan Lina. Yuki pun berubah menjadi wanita pendiam dan cengen ditambah moodnya yang berubah-ubah karena hormon kehamilan. 

Stefan kembali ke alam sadarnya "Stef yakin jika Oma masih mempunyai cinta untuk Yuki meski sedikit."

Stefan meraih tangan sang Oma, kemudian menciumnya penuh kasih sayang. "Oma harus cepat sembuh, Stefan pamit dulu ke Restoran ada miting dengan para pegawai. Stefan sayang Oma."

Oma yang sedari tadi memunggungi Stefan lantas berbalik saat tubuh cucunya sudah berada di balik pintu. Oma memandang kosong langit-langit kamar rawat, pikirannya menerawang memikirkan ucapan Stefan. Masih berat rasanya untuk Oma merekan Stefan kembali dengan Yuki. Sekalipun jujur dalam hati Oma membenarkan jika ia masih memiliki rada cinta kasih untuk Yuki.

Stefan sampai di restoran milik keluarganya, sapaan membajiri kedatangan Stefan dan seperti biasa Stefan selalu membalas sapaan dari para karyawan dengan senyum mematikannya membut siapapun klepek-klepek apalagi salah satu pegawainya yang menyimpan cinta ke Stefan. Bahkan meja kerja Stefan sudah sangat rapi lengkap dengan kopi panas siapa lagi yang melakukannya kalau bukan.....  Tebak sendiri oke!

"Pagi," sapa Stefan kepada para karyawan. Mereka semua sudah berkumpul di dapur. Sebelum miting ataupun membuka restoran Stefan selalu mengagendakan rapat kecil atau breafing terlebih dahulu. "Sebelum kita rapat untuk membicarakan kerja sama dengan pemasok bahan makanan restoran kita sebaiknya kita membersihkan dan menyiapkan restoran terlebih dahulu seperti biasa. Nanti masing-masing kepala divisi ikut ke ruang rapat untuk berdiskusi sementara yang lain bekerja seperti biasa melayani pelanggan sesuai dengan pesanan mereka dengan baik."

My Ex HusbandTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang