Semua berubah saat dimana setiap hari ku berubah menjadi sebuah drama yang nyata.
Sore itu dimana aku mulai merasa setiap langkah kaki ku berubah menjadi sebuah tanya.
Apa?
siapa?
bagaimana?
kenapa?
benarkah?
akankah?
dengansiapa?
harus seperti apa?
dan
Dimana??
Semua itu tanya yang tak bisa dijelaskan.
Hari itu tepat dihari ulang Tahunku untuk kesekian kalinya aku harus kehilangan apa yang begitu berharga untuk ku.
Kali ini jauh lebih menyakitkan.
Aku hanya tinggal dengan seorang wanita yang berharga untukku tapi saat ini semua hilang.
Dia pergi tinggalkan aku menghadap Tuhan,tangisku sangat membuat hatiku sakit bukan karena dia pergi tinggalkanku tapi karena dia begitu disayang oleh Tuhan maka Tuhan memanggilnya duluan.
Awal Tahun 2001 aku lalui sendiri.
Pagi itu tepat pukul 07.10 wib
"Hey,li Turut berduka cita ya."
Semua orang diruangan menggengam tanganku untuk kalimat yang sama.
Namun ada seorang wanita menghampiriku.
"Li,Turut berduka cita ya yang sabar Tuhan sayang kamu dan ibumu."
(Dengan pelukan hangat dia menyambutku)
"Iya nik makasih ya"
(Aku kembali memeluknya dengan hangat)
Singkat nikita itu sahabatku sahabat yang paling baik untuk ku kami berteman sudah 5 tahun.
Tapi belum juga pernah aku kenal siapa pria yang selalu ia ceritakan setiap jam istirahat walau mereka hanya berteman namun niku sahabatku menyukainya.
Tapi sekilas aku berfikir mungkin dia nanti akan beri tau suatu saat nanti.
Hari pertama bekerja tak membuatku masih merasa sedih karena sudah 1 minggu aku diberi cuti untuk tenangkan diri.
Tiba tiba jam sudah tunjukan pukul 11.55 wib
"Li,makan ke cafe sebelah yu cafe baru disana enak lohh."
(Dengan wajah sedikit merayuku)
"Iya boleh nik."
"Oke deh yukk kesana."
Kitapun turun ke bawah karena ruangan kita dilantai 3
Sesaat sampai di cafe.
"Mas menu.."(teriak niki)
Seorang pria menghampiri kami dengan buku menu.
"Kamu mau apa li...??,"
"Aku mau lemon tea dan chiken black papper"
"Oke bu."(saut pria itu)
"Sama deh mas ya tapi saya mau orange jus"
(Sahut niki)
"Oke bu silahkan ditunggu ya"
(Pria itu berkata dan pergi meninggalkan meja kami)
" Li,gua mau cerita."
" apa cerita ajh nik."
" lu tau gak kemarin rey bilang dia mau ke jakarta tau dia udah selesai proyek di kalimantan,gua seneng banget."
(Dengan wajah yang bahagia)
"Hmm,syukurlah kalo gitu gw ikut bahagia."
"Iya li gua juga nggak sabar mau ke temu rey."
Perbincangan kami pun terus berlanjut sambil menghabiskan pesanan kami.
Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 13.10 wib
"Ayo nikk udah lewat nihh jamnya"
(Aku potong sedikit perbincangannya)
"Iya iya li maaf jadi lupa waktu dehh yukk balik ke kantor"
Kami pun memulai langkah kami,menuju meja kerja kami.
Saat itu kerjaan ku begitu numpuk karena 1 minggu aku cuti maka saat itu juga aku bertekad membereskannya agar tidak nambah numpuk.
Tak terasa sudah pukul 16.05 wib
" li,ayo pulang udah jam pulang nihh"
" maaf nik kamu dluan ajah ya aku masih mau selesaikan ini kan kemarin sudah cuti 1 minggu maaf ya nik,"
(Menjelaskan kepada niki)
" oke deh li aku duluan ya,dah..."
Niki pun pulang bersama semua teman teman kantor ku
Saat aku menyelesaikan tugasku tanpa terasa semua telah selesai dan jam menunjukan pukul 19.20 wib
Badan terasa pegal dan perutpun mulai lapar.
Saat itu aku pun membereskan meja ku dan beranjak pulang.
YOU ARE READING
Seandainya Aku Bisa Memilih
Romance"Ini bukan tentang aku dan dia tapi tentang siapa aku bagi dia dan dirinya,dan seberapa aku pantas untuknya" Sahabatku yang mengaggumi seorang pria yang ternyata hanya menganggapnya teman,sedangkan pria itu mengagumi ku yang harus memilih siapa dian...
