Holiday Part. 3

14.9K 1.7K 176
                                    

"Ayyangku yang paling aku sayang... kita menikah yuk! Trus kita punya baby lucu-lucu yang banyak ya... atau kita bikin kesebelasan ya? Perlu sekalian pemain cadangan nggak? Yukkkk... mau ya?"

"Hah?! Nggak mau!!! Aaaaaa!!!!" jeritku keras sekeras-kerasnya.

"Astaga!" jantungku berdegub cepat, kuedarkan pandanganku keseluruh ruangan yang sangat berisik ini.

"Syukurlah... cuma mimpi. Bodoh!" seruku sambil menggelengkan kepala. Bisa-bisanya aku tertidur di party yang begitu ramai dan berisik ini.

Pasti ucapan Segara tentang melamarku itu bercanda.

Aku pasti bodoh!

Dia pasti bercanda, mana mungkin dia melamarku kan. Aku ini seratus persen wanita dan dia tidak suka namanya wanita.

"Bodoh lo Yang... ngapain coba lamaran Segara lo tanggapin serius sampai kebawa mimpi?! Ishhh..." aku kembali memukul kepalaku pelan.

Aku mengangkat tanganku dan seorang bartender datang sambil tersenyum lebar.

"Apa ada yang tidak mengandung alkhohol?" tanyaku sambil melihat deretan minuman yang ada dibelakang bartender itu.

"Water?" tanyanya sambil meringis.

"Hah?! Buset deh! Emang nggak ada juss apa gitu ya?" aku menggaruk kepalaku.

Bartender itu terkikik dan memberiku segelas kecil bahkan super kecil.

"Ini yang paling sedikit kandungan alkhoholnya..." aku mengangkat gelas bening yang hanya berukuran tak lebih tinggi dari ibu jariku.

"Ini?" tanyaku padanya dan disambut dengan anggukan.

"Lo yakin ini nggak akan buat gue pingsan?" tanyaku padanya.

"Bentar..." dia berbalik dan mengambil sesuatu dan kembali berjalan kearahku.

"Ini!" kembali bartender itu menyodorkan piring kecil berisi dua buah strowbery.

"Milik pribadi... gratis buat kamu..." aku mengerutkan dahiku.

"Aku yakin kamu tidak akan suka jeruk lemon..."

"Biar apa?" tanyaku pada bartender itu.

"Biar kamu tidak mabuk..." dia tersenyum dan menoleh saat ada seorang pelanggan duduk beberapa kursi dariku.

"Sebentar..." dia berjalan meninggalkanku untuk menjamu pengunjung yang baru datang itu,

"Apaan sih ini?" aku mengangkat kembali minuman itu dan menciumnya. Aromanya manis tapi juga sedikit menyengat.

"Minum... enggak... minum..." aku meletakkan gelas itu lagi dan mencomot strowbery itu sambil mengedarkan pandanganku keseluruh ruangan. Sebenarnya aku mencari Segara, bisa-bisa nya setelah melamarku sekarang mengajakku ke pesta ini dan kini meninggalkanku.

Aku mengerutkan dahiku saat menatap Damon dan istrinya yang terlihat mesra.

Hmmm, bisa ya seorang gay sembuh?

"Eh-" aku terkejut saat melihat Segara sedang dipeluk seorang gadis blesteran dengan pakaian yang serba kekurangan bahan.

"Kok dia senang-senang aja sih? Emang tuh cewek siapa coba?" tanyaku pada diriku sendiri sambil menggigit strowbery itu dengan kesal.

"Itu model bikini Asia yang terkenal..."

"Hah?" aku menoleh pada pemilik suara yang baru saja menjelaskan. Aku menyipitkan mataku menatap bartender itu.

Pacarku Gay? (SUDAH TERBIT)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang