2

401 116 185
                                    


🐴Mulmed: Benedict Cassandrio🐴

***

"GIMANA MUSIK HARI INI? VIN?!" Ben berteriak ke arah Alan yang baru saja menenggak satu gelas kecil alkoholnya. Alan hanya diam dan menatap Ben sesaat kemudian kembali menatap gelas-gelas itu.

"უბრალოდ ჩვეულებრივი*," ucap Alan kini meletakkan kepalanya di meja bar. Ben hanya menganggukan kepalanya ringan menyetujui ucapan Alan.

"დიახ, მართალი ხარ**," balas Ben sebelum akhirnya mengalihkan pandangannya ke arah seorang wanita yang mendekat ke arah mereka.

"Dua lagi, Mill!" Millen- salah satu bartender di club ini yang juga merupakan sahabat mereka- melirik penuh arti ke arah Ben yang masih asik dengan wanita tadi.

Ben mengalihkan pandangannya saat wanita itu berkata padanya kalau kini Millen menatapnya.

Ben tidak mengerti arti tatapan Millen itu, ia menautkan kedua alis coklatnya tajam lalu menengadahkan kepalanya menatap Millen dengan tatapan Apa? Millen menatap Ben tajam sambil melirik Alan lalu ke arah sembilan gelas kosong yang ada di depan Alan berulang kali, dengan arti tatapan Dia mau nambah lagi!! Udah abis tiga botol tuh!!!!, Ben akhirnya mengerti dan menganggukan kepalanya sebelum berkata pada Alan.

"Vin, lo serius mau nambah lagi??" Ben menatap Alan khawatir, yang ditanya hanya manggut-manggut saja dan masih terus menenggelamkan kepalanya di atas kedua tangannya yang saling bertaut.

"Lo udah mabuk banget, emang lo mau tepar di basement kaya kemaren??" lanjut Ben mengingatkan Alan tentang kejadian semalam, "gua mah ogah dah, nganterin lu balik lagi," Ben sebenarnya hanya berniat menakut-nakuti Alan, tapi sahabatnya itu malah menganggap jika cowok bermata sipit itu serius dengan perkataannya.

Alan menaikkan kepalanya lalu menatap sekilas ke arah Ben yang kini tersenyum penuh kemenangan, namun senyuman itu seketika hilang dari wajah Ben menjadi tatapan merasa bersalah.

"Gua juga bisa sendiri tanpa bantuan lo! Mill, mana minuman gua, cepetan?!" Millen ragu untuk memberikan minuman itu pada Alan yang terlihat sudah sangat mabuk sekarang.

"Kenapa! Lo juga mau ngelarang gua?! Udah sini cepetan!!!" Alan segera mengambil dua gelas minuman yang sudah dibuat oleh Millen, lalu meneguknya cepat dan melemparkan puluhan lembar uang seratusan sebelum akhirnya pergi meninggalkan Ben, Millen dan Abel-wanita bersama Ben tadi- yang tercengang melihat kelakuan Alan.

In Basement

Alan terus berjalan ke arah mobilnya, lalu melirik sekilas benda yang melingkar di pergelangan tangan kirinya itu 4:00 AM, ia pun segera masuk kedalam mobil ferarri hitam itu dan menancap gas menembus jalanan ibukota yang kini sudah mulai dipenuhi kendaraan yang berlalu-lalang.

"Gua udah jadi playboy, Val... gua udah sama kaya dia kan??" ucap Alan lirih sambil terus menambah kecepatan mobilnya.

***

Alan terbangun dari tidurnya dan segera melirikan matanya ke arah jam dinding itu, "Ahh... Telat lagi dah gua!!" Alan bergegas ke kamar mandi dan segera berangkat ke sekolah setelah berpakaian.

The Untouchable PlayboyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang