Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.

one-Syahana Sansabila

159 24 23
                                        

Hari ini hari yang sangat cerah semua orang terlihat senang namun tidak untuk Syahana Sansabila atau Ana. Hari ini sama seperti hari biasanya ia selalu menjadi objek pembullyan teman-temannya.


Saat ia berjalan melewati lorong sekolah saja seperti melewati lorong berhantu bergemuruh suara hantu-hantu hidup itu
"Cewek aneh! Dasar cupu! Anak orang gila! Mati aja sekalian!" Kata-kata menyakitkan yang harus ia terima stiap hari.

Ana merupakan siswi kelas 11 yang memang memiliki penampilan yang menyimpang rok panjang, rambut di kepang, memakai kaca mata dan wajah yang kusam. Terebih lagi Ana merupakan siswi yang bodoh dalam pemblajaran.


🗝🗝

Saat ia berjalan semua orang menyorakinya, ia berlari menuju kelas tanpa sengaja menambrak seorang cowok tinggi badan kurus Ana mengigil dengan wajah takut tertunduk kebawah.

"Ma-maafin gue" ucap Ana dengan gugup, ia merasa akan dihadiahi pukulan.

"Tidak apa apa,, kenapa kau terlihat ketakutan? Aku bukan setan" pria itu menjawab nengan nada yang lembut. Sontak Ana terkejut dan menatap wajah pria itu. Wajah pria itu terlihat asing mungkin karena dia jarang menatap wajah seseorang. Tanpa menjawab lagi Ana kembali berlari.

Ibu Saraswati selaku guru bk  memasuki ruang kelas.

"Ana kenapa yang masuk guru bk? kan sekarang matematika" seru Tara. Tara merupakan teman Ana satu-satunya karena dia juga menjadi objek pembullyan karena tingkahnya yang cerewet.

"Mana aku tau" Ana mendengus

"Lo kenapa si kok mukanya ditekuk? Lo di bully Okta lagi ya? Dengan penuh penasaran Tara menatap Ana.

"Gue tadi.." belum selesai ucapan Ana dipotong oleh ibu saraswati

"Anak-anak kalian sekarang mendapat teman baru" ucap ibu saraswari diiringi dengan masuknya seorang cowok

sontak cewek-cewek dikelas semua berteriak melihat orang itu termasuk  juga Tara

"Ana liat itu tampan, keren tinggi.!"

"Lo girang sekali kayak menang lotre, biasa aja kenapa sih" Ana terlihat kesal dengan Tara

"Liat dulu!" Tara mengarahkan kepala Ana

"Aduh mampus!" Ana memalingkan wajahnya ternyata itu pria yang ditabraknya tadi

Jam istirahatpun tiba, Han tiba-tiba mendekati Ana.

"Hai perkenalkan aku Han,, siapa namamu?" Suaranya sangat cool tapi ana tidak berani membalas karena takut

"Kau kenapa? Dengan masalah tadi aku tidak marah kenapa kau terlihat takut?" Dengan wajah heran Han menatap Ana

"Namaku Ana" sambil tersenyum tipis akhirnya Ana merasa Han adalah orang baik.

🗝🗝🗝

Malam ini bulan purnama, angin tertiup dengan kencangnya menerbangkan hawa dingin dan bulan bersinar 2× lebih terang dari biasanya.

Ana selalu merenung ditepi sungai maupun saat ini, ia memikirkan Han cowok tinggi, putih, tampan tetapi mau berteman dengannya. Belum ada 10 menit tapi hawa dingin ini tak kuasa ia tahan lagi Anapun ingin pulang tiba-tiba ia melihat cahaya biru berterbangan seakan menari nari begitu indahnya walaupun juga terlihat seram lalu Ana  mengikutinya.

Cahaya itu masuk kedalam hutan,
Bahkan Ana lupa ada hutan didekat sini hutan yang menyeramkan pohon-pohon tak berdaun bagaikan di film horor, Ana terus mengikuti terlihat dari kejauhan cahaya biru lebih terang berasal dari sebuah gua bahkan disini ada goa? Bentuknya menyerupai kepala burung gagak dan cahaya biru kecil tadi masuk kedalamnya dengan penuh ragu ia melangkahkan kaki mendekati goa tersebut sepintas terdengar suara suara tertawa rasanya seperti ada pesta didalam sana.

Ana memberanikan  diri masuk perlahan terlihat ada lima orang perempuan muda memakai gaun anggun dan disampingnya terdapat  wajan berisikan cahaya biru terang juga didalam gelas yang mereka bawa dan terlihan pajangan hewan kering ada kucing, bulu domba, katak, rusa entah untuk apa. Para wanita itu pergi sementara Ana malah berkeliling di dalam goa itu dengan penuh penasaran ia mencoba mengambil satu gelas cahaya biru itu dan akhirnya mencobanya sedikit.

Cahaya terang tiba-tiba muncul lalu gelap.

Gj yak? Jangan lupa sarannya ya and lanjut baca:)

Mind PowerStories to obsess over. Discover now