Triple K 'vs' The Boys.
Seperti kata pepatah pada umumnya,,,
'Jangan benci, nanti jadi cinta'.
Seperti itulah kisah mereka...
Berawal dari taruhan bodoh yang menjadi awal hidup mereka bersama.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Seperti senin pagi pada umumnya, lapangan SMA Garuda terlihat ramai dipenuhi siswa dan para guru dalam rangka menunaikan kewajiban mereka, apalagi kalau bukan upacara bendera.
Beberapa siswa sibuk memperbaiki penampilan mereka, terutama para cowok yang sigap memasukkan seragam mereka kedalam celana saat ditegur kesiswaan.
"Heh TripleK! Topi kalian mana?" tanya Bu Siska selaku guru BK kepada Kiara, Keisha, dan Kirana atau biasa disebut Triple K yang sedang berbaris dibarisan kelas tapi tidak lengkap menggunakan atribut topi berlambangkan SMA Garuda itu.
"Anu bu, umm, anu..."
"Anu anu apa?! Cepat kalian baris dibarisan tidak lengkap sekarang!" teriak Bu Siska garang. Murid-murid lain hanya saling bisik menyaksikan drama dipagi buta.
"Gue pagi-pagi udah dapat kuah aja ew," bisik Keisha merasa jijik yang membuat mereka bertiga tertawa keras.
"Kenapa malah ketawa? Tadi saya bilang apa? Cepat baris dibarisan tidak lengkap!" perintah Bu Siska sambil menunjuk tempat dimana biasanya siswa yang tidak lengkap menggunakan atribut upacara berbaris.
Tapi saat ini tempat itu kosong, bagaimana tidak, tempat itu adalah tempat yang sangat diantikan oleh para murid SMA Garuda. Tempatnya yang strategis tanpa pohon membuat sinar matahari langsung terarah.
Hah. Ini dia, salah seorang yang masuk di black list orang yang Triple K benci.
Siska Adriani.
Namanya tak sebagus dan seindah orangnya. Sang pencipta kuah dadakan bagi murid SMA Garuda. Tapi paling sering membagi kuahnya itu pada Triple K terutama di Senin pagi seperti sekarang ini.
Tanpa membantah, TripleK langsung berjalan santai kearah barisan tidak lengkap dan berbaris disana.
Selama upacara bendera berlangsung, Triple K hanya berbincang satu sama lain sambil terus menciptakan angin buatan dengan mengipas tangan didepan wajah mereka. Entah kenapa matahari di Senin pagi rasanya lebih menyengat dibandingkan hari lain.
Terkadang juga mereka bertiga tertawa kecil dengan lelucon yang mereka buat sendiri. Hanya mereka bertiga yang berbaris ditempat itu.
Murid lain memang banyak yang bandel tapi untuk urusan upacara, mendingan memakai topi dan dasi bukan daripada berdiri lama ditempat yang mataharinya dua kali lebih menyengat.
[Selesaiupacara] "Kalian ini cocoknya di beri hukuman apa ya?" kata Bu Siska sambil sibuk berpikir perihal hukuman yang bisa membuat Triple K jera.
"Beliin ibu makanan di kantin, mungkin?" tanya Kiara sambil berusaha menutup kepalanya dari sinar matahari dengan tangan.