Tuinggg!
Kepala Firga terkena bola basket yang diover oleh temannya dan membuat dia terpelanting keras ke semen lapangan yang berdebu itu, matanya pun berkunang-kunang. Tak lama temannya pun menyodorkan tangan menawarkan pertolongan kepadanya.
"Lu gak papa Fir?" Tanya Yoga.
"Mata gue kunang-kunang nih ga." Jawab Firga.
"Sini gue angkat kepinggir lapangan dulu" Yoga sambil membopong Firga ke pinggir lapangan basket sekolah.
"Lu sih ngover bola gak bilang-bilang ga, jadi gini deh!" Firga berkata sambil mendorong bahu Yoga.
"Bukan salah gue lagi, lu-nya aja yang gak responsif." Balas Yoga sambil tertawa kecil.
Tak lama setelah mereka duduk dipinggir lapangan ada seorang wanita menghampiri mereka berdua. Dia Gina gebetannya Firga, sudah lama mereka PDKT tapi Firga terlalu takut untuk menyatakan perasaanya terhadap Gina.
"Kamu gak apa-apa Fir?" Tanya Gina sembari menyentuh dahi Firga.
"Gak apa-apa kok Gin, cuma gini doang udah biasa lah." Jawab Firga sambil mencubit pipi Gina.
"Lu sih ga, gara-gara lu nih jadi gini si Firga." Gina membentak Yoga.
"Lah kocak! Kata dia juga gak apa-apa, santai aja dong gak usah bentak-bentak." Sahut Yoga memasang muka kesal.
"Iya-iya, bercanda kali Ga." Kata Gina sambil menutup mulutnya yang tertawa. "By the way, kalian udah makan belum?" Gina bertanya pada mereka.
"Wah, pas banget nih Gin gue lapar. Traktir yak!" Sahut Yoga, sambil memelas.
"Yaudah gue aja neraktir kalian sini." Firga memotong pembicaraan mereka.
"Yaudah langsung ke kantin aja kalo gitu!" Kata Yoga sambil mereka berdiri.
Mereka bertiga pun berjalan menuju kantin bu Juju, kantin langgan mereka bertiga. Nasi goreng buatan bu Juju tak ada duanya di sekolahan mereka ini. Sebab itu kantin bu Juju sangat ramai dengan siswa sekolahnya.
"Nasi gorengnya 3 ya bu Juju sama teh es manisnya juga 3 bu." Firga berkata kepada bu Juju.
"Siap mas Firga, tunggu sebentar ya mas dimasakin dulu nasi gorengnya." Sahut bu Juju.
Tak lama mereka menunggu, pesananan mereka pun diantarkan oleh bu Juju.
"Ini mas pesenan-nya, kalo mau nambah kerupuk ambil sendiri aja ya mas." Kata bu Juju sambil menunjuk kaleng kerupuk.
Bu Juju pun beranjak pergi dari meja mereka, mereka pun dengan lahap memakan nasi goreng bu Juju.
"Grooak!" Yoga bersendawa.
"Lu itu jorok banget Ga, pantesan aja jomblo sampe sekarang." Gina berkata memasang muka jijik.
"Lah kata anak-anak pas pertama masuk sekolah, lu suka sama gue?" Yoga menggoda Gina.
"Lah itukan dulu waktu kelas satu SMA, udah dua tahun yang lalu Ga. Lagian kan gue belum tau lu ternyata gini hahahaha." Jawab Gina sebelum tertawa.
"Cieee... yang ngebahas masa lalu nihhh." Firga berkata memasang muka cemburu.
"Firga cemburu yaaa? Hehe." Sahut Gina sambil mecolek tangannya Firga.
"Gak sihh, biasa aja." Kata Firga sambil menggaruk kepalanya.
"Mending kita pulang aja yuk, udah jam 3 nih." Yoga berkata.
"Yaudah gue bayar dulu ya nasi gorengnya." Kata Firga sambil berdiri mau membayar pesanan mereka.
"Yaudah gue mau ngambil tas dulu." Kata Gina. "Gue ikut juga." Tambah Firga.
Gina dan Firga pun berjalan mengambil tas mereka di kelas. Mereka hanya berdiam diri. Sesampai di kelas mereka langsung mengambil tas mereka.
"Kamu pulang sama siapa Gin?" Tanya Firga sambil membereskan tasnya.
"Gak tau nih, aku belum nelpon supir aku sih Fir. Kamu mau anterin aku pulang Fir? Hehe." Gina menggoda Firga.
"Kalo boleh sih ayuk sini aku anterin." Sahut Firga dengan muka tertantang.
"Yaudah okedeh kamu anterin aku, tapi gak sampe depan rumah ya. Aku nelpon supir aku dulu mau bilangin aku ikut temen." Gina berkata.
Gina pun menelpon supirnya sambil mereka berjalan menuju kantin mendatangi Yoga. Sesampainya di kantin Firga, Gina dan Yoga pun langsung berjalan menuju ke parkiran sekolah.
"Lu naik apa Fir?" Tanya Yoga kepada Firga.
"Naik mobil nih, tadi gue bangun pagi jadi sempet naik mobil. " Sahut Firga.
" Kalo lu naik apa Ga hari ini?" Tambah Firga bertanya.
"Naik motor nih Fir, telat bangun soalnya gue hari ini tadi. Hehe" kata Yoga sambil menggaruk-garuk kepalanya.
"Lu nganterin Gina pulang Fir?" Tanya Yoga.
"Iyanih Ga, sekali-kali nganterin dia pulang." Jawab Firga sembari tertawa kecil.
"Tiap hari aja dong Fir, masa sekali-kali doang?" Sahut Gina dengan manja.
"Gak ah takut sama bokap kamu Gin, galak soalnya. Hehe" Firga berkata sambil memasang muka malu.
"Yaudah gue langsung pulang aja ya. Bye, see you soon." Yoga berkata sambil melambaikan tanganya kepada Firga dan Gina.
"Oke tihati ya Ga!" Gina menjawab.
Mereka semua pun keluar dari gerbang sekolah menuju kerumah masing-masing. Firga mengantarkan Gina sampai depan kompleknya karena Gina takut ketahuan oleh Ayahnya karena diantar oleh seorang cowok.
Penulis :
Tunggu ya chapter-chapter selanjutnya.
YOU ARE READING
Persahabatan Kita Berakhir Disini!
RomanceMenceritakan sepasang sahabat yang memutuskan untuk menjadi musuh dikarenakan permasalahan yang spele! Permasalahan yang sering dialami oleh kalangan remaja sekolah, permasalahan apakah itu? Firga adalah seorang yang sangat atletis, berkulit putih...
