2-Bertemu Kembali

7.1K 475 2
                                    

Sore hari yang cerah di hari minggu. Aku memutuskan untuk menyiram tanaman yang ada di halaman depan. Aku memang sengaja tak menyewa jasa perawat kebun. Karena aku lebih memilih untuk merawat kebunku sendiri. Aku hanya memboyong salah satu asisten rumah tangga yang ada di rumah Bunda untuk bersih-bersih dan memasak.

Kumulai dengan mencabuti rumput-rumput liar yang tumbuh disekitar tanaman yang berada di pot-pot besar. Dengan sabar aku membasmi semua rumput-rumput liar itu. Hingga mataku menangkap sebuah tulisan terpatri di salah satu pot terbesar.

Farhan ♡ Rissa

Siapa Farhan dan Rissa? Mungkin mereka adalah pemilik rumah sebelumnya. Berarti Rissa adalah wanita itu. Wanita Atap Rumah Sakit. Dan Farhan adalah almarhum suaminya.

Entah mengapa aku merasa ada yang aneh. Perasaan yang sungguh tak mengenakkan. Perasaan yang dulu pernah kurasakan ketika melihat Kanna dengan laki-laki lain.

Cemburu?

Hei.. tak mungkin kan aku cemburu dengan wanita asing yang namanya pun baru kali ini aku tahu. tetapi jika mengingat dulu dia pernah menempati rumah ini bersama suaminya, bahagia bersama suaminya, bahkan mungkin tidur dengan suaminya dikamar yang aku pakai sekarang membuat aku merasakan perasaan aneh itu lagi.

kuhirup dalam-dalam oksigen agar memenuhi paru-paruku sepertinya aku mulai gila.

Lebih baik aku melanjutkan pekerjaanku. Karena nanti sore aku berencana untuk mengunjungi makam Kanna. Mengunjungi untuk pertama kalinya setelah sekembalinya aku dari Perancis.

***

Larissa POV

"Ayo sayang, kita ketempat Ayah."

"Lets goo... jangan lupa beli bunga ya Bun. Biar ayah tetap wangi." Aku tertawa mendengar celotehan Kiran.

Minggu sore ini aku dan Kiran akan mengunjungi makam Mas Farhan. Kebetulan dua hari yang lalu adalah ulang tahun Mas Farhan. Meskipun sudah hampir empat tahun kulalui namun rasanya masih sakit ketika aku harus merayakan ulang tahun suamiku sedangkan dia berada didunia yang berbeda.

Namun aku tak boleh sedih. Aku harus tetap kuat demi Kiran. Aku harus tetap kuat demi malaikatku.

Aku menggandeng tangan Kiran memasuki area pemakaman. Ditangan Kiran telah terdapat bunga mawar putih. Bunga kesukaanku yang dulu sering Mas Farhan beri untukku.

"Ya ampun Kiran, tas Bunda ketinggalan di mobil." Aku menoleh kebelakang melihat jarak antara gerbang depan dan posisi dimana aku berdiri sekarang sudah cukup jauh.

"Kiran mau ikut Bunda ke mobil atau tunggu disini?"

"Tunggu disini aja bunda, jauh jalannya." Aku terkekeh mendengar jawaban anakku yang dikatakannya sambil cemberut itu.

"Kalau gitu jangan kemana-mana ya. Bunda lari kok jadi cepet."

"Oke bunda."

Dengan tergesa-gesa aku kembali kemobil untuk mengambil tasku. Secepat mungkin agar Kiran tidak terlalu lama sendirian. Apalagi di pemakaman seperti itu.

***

Devan POV

Aku memasuki tempat dimana Kanna tertidur untuk selama-lamanya. Ah.. aku sedikit mengingat-ingat dimana makam Kanna. Karena sudah dua tahun berlalu dan aku beru kesini lagi. Kondisi pemakaman yang berubah membuat aku sedikit lupa.

Seingatku waktu itu makam Kanna tak jauh dari sebuah pohon. Tapi pohon yang mana ya?

Hingga akhirnya aku melihat anak kecil berambut sebahu berdiri di dekat makam-makam. Dia bukan arwah anak kecil yang sedang gentayangan kan. Tapi dimana orang tuanya.

Listen To My HeartTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang