PART 5

166 16 3
                                    

Wendy : selanjutnya, Chanyeol dan ...
Aku : (dalam hati) terima kasih Tuhan..
Wendy : Hyena
Jiyeon : APA!? Tunggu Ms.! (berdiri) Yang berpasangan sama Chanyeol tuh seharusnya saya dong Ms. Saya mau berpasangan dengannya!
Wendy : atas dasar apa kamu kepedean begitu!? Yang berhak menentukan siapa pasangannya itu saya karena ini pelajaran saya! Yang berpasangan dengan kamu itu Sehun! Kalo masih complain, saya ganti pasangan kamu. Mau!?
Jiyeon pun hanya menunduk dan kembali duduk.
Jiyeon : (dalam hati) kenapa sih si Hyena itu selalu merusak apa yang aku senangi!? Apa kurang puas dengan yang tadi!? Awas aja besok!!

Tak lama setelah Ms. Wendy membagi setiap pasangan, bel pulang sekolah pun berbunyi. Lalu Ms. Wendy menyuruhku untuk menurunkan kakiku.
Wendy : semuanya, minggu depan kalian harus menampilkannya di ruang seni. Selamat siang.
Semua : siang Ms. Wendy
Ms. Wendy pun berlalu. Aku berjalan menuju meja bangkuku. Tapi Jiyeon datang dan tiba-tiba dia jatuh dengan sendirinya di sampingku seolah-olah terlihat seperti aku yang menjatuhkannya. Lalu, diapun berakting kesakitan.
Jiyeon : AAKH!
Sehun : jiyeon-ah, apa kau baik-baik saja?
Baekhyun : HEI CEWEK STRESS!! Apa yang kau lakukan!? Kenapa kau membuatnya terjatuh!? Diakan tidak ada salah dengan mu!!
Aku : apa? Kau bilang Jiyeon tidak ada salah denganku!? Haha.. leluconmu kurang lucu.
Baekhyun : AIISH! (mencampakkan tasnya)
Chanyeol : BERHENTI! Sudahlah Baekhyun, jangan hiraukan cewek stress ini lagi ( masih duduk di bangkunya)
Suho : sudahlah. Ayo!

Mereka semuapun pergi meninggalkan kelas. Aku masih melihat muka masam dari Baekhyun. Akan tetapi, Chanyeol masih duduk di bangkunya sambil melipat tanganya di dagunya. Aku mencuekinya dan merangkul tasku lalu mulai berjalan meninggalkannya.
Chanyeol : kenapa?
Aku : (berhenti)
Chanyeol : kenapa tadi kau tiba-tiba menangis?
Aku tak menghiraukannya. Akupun lanjut berjalan. Tiba-tiba Chanyeol berdiri dan menarik tanganku hingga aku berhadapan dengannya. Aku hanya melotot melihatnya.
Chanyeol : apa kau tidak bisa bicara!? Atau kau tuli!?
Chanyeol masih menggenggam tanganku dan menatapku. Akupun mengalihkan pandanganku darinya dengan menunduk. Aku tak berani melihat kejadian itu lagi dari matanya.
Chanyeol : HEI! JAWAB AKU!!
Aku : a-aku takut.. (mulai menangis)
Chanyeol : apa? (bingung)
Aku : (mengangkat wajah perlahan) aku takut sekali..

#FLASHBACK (Chanyeol's POV)
Aku melihat seorang gadis kecil sedang menangis menatapku. Di sampingnya ada sebuah mobil yang sepertinya tidak asing bagiku. Gadis itu sedang memegang seorang pria yang tergeletak tak berdaya dengan berlumuran darah di dekatnya.
#FLASHBACK END

Tiba-tiba hp Chanyeol bordering. Iapun melepaskan tanganku dan mengangkat hp dari saku celananya. Ini kesempatan bagus untuk kabur.
Chanyeol : halo? Ya, Hyung?
Akupun lari meninggalkan Chanyeol.
Chanyeol : tunggu!!
Suho : kenapa? Ada apa?
Chanyeol : ah? Tidak ada apa-apa..
Suho : kenapa kau lama sekali!? Cepat turun! Kitakan mau latihan buat nanti malam!
Chanyeol : iya, Hyung! (merangkul tasnya dan pergi)

Sesampainya di rumah, aku langsung masuk ke kamarku untuk memikirkan apa yang harus aku lakukan nanti malam.
Tak terasa, siang telah berganti menjadi malam. Aku keluar dari kamarku untuk makan malam. Aku melihat Suga tengah memainkan laptopnya dan juga mengenakan headphonenya di ruang tamu.
Aku : OPPA! EOMMA SUDAH PULANG BELUM!? (sedikit teriak)
*Eomma : ibu
Suga : (menggeleng)
Aku : benarkah? (sedikit pelan)
Suga : (mengangguk)
Aku : apa kau bisa mendengarku?
Suga : (menggeleng)
Aku : YAACH!! (melempar batal sofa ke kepala Suga)
Suga : (melepaskan headphonenya) kenapa kau melempariku!!?
Aku : ah sudahlah!

Akupun meninggalkan Suga dengan muka cemberut. Kulihat Bo Young ahjumma *ahjumma : tante/bibi sedang memasak di dapur. Bo Young ahjumma memang sudah lama bekerja dan mengurus kami sejak kecil di rumah ini.
Aku : ahjumma, eomma sudah pulang belum?
Bo Young : tadi siang sih sempat pulang sebentar. Tapi dia pergi lagi.
Aku : benarkah?
Bo Young : iya.

Ibuku, Choi SooYoung, memang jarang pulang karena terlalu sibuk mengurusi pekerjaannya. Apa lagi dia sekarang adalah Single Parent, makin sibuk deh. Maka dari itu, Bo Young ahjummalah yang merawat kami dari kecil sampai sekarang.
Aku : sini, ahjuma. Aku bantu. (mengambil pisau dan wortel)
Bo Young : hati-hati ya?
Aku : iyaa..
Tak lama aku memotong wortel itu, malah jari telunjuk kiriku yang ikut teriris.
Aku : AAKH!!
Aku memandang jariku yang berdarah.

#FLASHBACK (Hyena)
Aku memegang tangan seorang pria yang berlumuran darah. Dan sepertinya, aku sedang menangis.
#FLASHBACK END

Lalu aku memegang kepalaku kesakitan juga akupun hampir pingsan dan terjatuh. Untungnya, Bo Ypung Ahjumma langsung menangkapku. Kami berdua pun terduduk di lantai. Suga yang datang ke dapurpun langsung panik melihat keadaan ku.
Suga : ada apa!? Hyena kenapa!? (duduk di sampingku)
Bo Young : tadi jari nona Hyena teriris pisau dan tiba-tiba saja setelah melihat jarinya sendiri, dia langsung kesakitan dan hamper pingsan.
Suga : Hyena-ah! Apa kau baik-baik saja?
Aku : iya. (masih memegang kepala)
Suga : (dengan wajah khawatir) ayo, aku gendong ke kamarmu.
Aku : tidak. Tidak perlu, oppa.

Lalu Suga merangkul dan membawaku ke kamarku. Dia juga mengobati jariku dengan lembut.
Suga : tadi kamu kenapa?
Aku : entahlah.. tadi, aku seperti melihat seorang pria tergeletak di depanku dengan darah yang bercucuran.
Suga : (membeku)
Aku : apa dia Appa kita, oppa? *appa : ayah
Suga : Hyena, appa kita meninggal bukan karena kecelakaan. Tapi memang karena dia sudah tua. Mengerti?
Aku : baiklah (menunduk)

Setelah selesai mengobatiku, diapun keluar dari kamarku. Tapi satu hal yang aku tau, pria itu memang ayahku. Karena tadi aku tidak membicarakan tentang "keclakaan" pada Suga. Dia pasti berbohong.

(Chanyeol's POV)
Apa yang kulakukan tadi!? Apa aku membuatnya ketakutan karena aku tadi memarahinya!? Aissh!!
Suho : hei Chanyeol! (mengejutkanku) kau sedang ngelamunin apa?
Chanyeol : ah? Ti-tidak ada.. ehm, Hyung. Apa kau punya nomor hp Hyena?
Suho : ciee.. ada apa nih??? (nada genit)
Chanyeol : hei! Jangan mikir macam-macam! A-aku hanya.. aku hanya.. ingin menanyakan tentang pelajaran seni tadi.
Suho : benarkaaaahhh???? (tatapan genit)
Chanyeol : Tentu saja benar!
Suho : hehehe.. ini nomornya. (menunjukkan nomor hp Hyena padaku)
Chanyeol : oh! Terima kasih, Hyung! Ehm, bagaimana kau bisa punya nomor hp nya?
Suho : aku mendapatkannya dari Eunji. Diakan ketua kelas di kelas kita. Kenapa? Cemburu yaaa???
Chanyeol : APA!? Ma-mana mungkin..
Suho : benarkaaaahhh????
Chanyeol : YACCH!!! Untung saja kau lebih tua dari ku! Kalau tidak..
Suho : kalau tidak kenapa!? (melotot)
Chanyeol : a-ah tidak .. hehehe..

Kemudian aku kabur dari Suho. Aku pun langsung menelepon Hyena. Agak lama dia menjawab tapi akhirnya diangkat. Tapi yang kudengar bukanlah suara Hyena, tapi suara seorang pria.
(Chanyeol's POV end)


*maaf yaaa.. karena minggu lalu, saya enggak ada nge-post.. soalnya lagi ulangan umum siih.. -_-


I'LL FIND YOU TOMORROWTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang