2 -MeloDylan-

1.2M 50.2K 4.7K
                                    

Trailer MeloDylan

-Happy Reading-

Now Playing = The Overtunes - Cinta Adalah

Saat mencintaimu tanpa ambisi untuk memiliki, mencintaimu dalam diam itu adalah ketulusan.

***

DYLAN kini berada di atap sekolah bersama dengan teman-temannya yang lain, dia malas belajar. Selalu seperti itu, baginya pembelajaran kali ini mengganggu sistem kerja otaknya yang masih ingin kebebasan.

Arsen naik ke atas atap dengan napas yang terengah-engah seperti habis lari maraton.

"Dylan namanya Melody Alexandria, kelas sepuluh satu, pindahan dari Bogor anak kedua dari dua bersaudara dan dia gak punya pacar" ucap Arsen, infomasi yang di dapat oleh Arsen kali ini bisa di bilang lengkap, mungkin sangat lengkap.

Dylan menatap Arsen sekilas, dia memang menyuruh Arsen untuk mencari tau nama cewek yang di boncengnya tadi pagi, seperti ada dorongan dalam diri Dylan untuk mengetahui nama cewek itu.

Cewek yang berhasil duduk di motor Dylan, padahal Dylan selalu antipasi ke semua cewek yang mau duduk di motornya, bahwa itu terlarang.

"Lo bonceng cewek tadi pagi tanpa tau namanya siapa Lan?" tanya Angga tak percaya

Dylan menatap kearah Angga sambil menaikkan sebelah alisnya, "Kenapa kalo gue gak tau nama cewek itu?" Dylan balas bertanya kepada Angga

Angga menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, "Gue jadi bingung, sekaku apa sih lo sama cewek sampe lo gak tau nama cewek yang lo bonceng tadi pagi?"

"Gue gak tau, lagian dia gak nanya juga"

"Dimana-mana cowok yang harus mulai Dylan" cibir Liam

"Dylan kan belum pernah pacaran jadi wajarlah dia kaku kaya robot"

Arsen, Gery, Angga dan Liam tertawa menertawakan hidup Dylan, kehidupan yang sangat kaku dan tidak menarik, tiba-tiba terdengarlah suara horror yang membuat tawa mereka berhenti seketika.

"Dylan bapak tau kamu di atas" teriak seorang cowok dari bawah

"Dylan pak Anton" Arsen memberi tau, soalnya barusan dia mengintip siapa yang berteriak dari bawah.

"Iya nih pak, suntuk belajar mulu butuh refresing, bapak mau ikutan?" tanya Dylan, dia bersikap seolah-olah pak Anton adalah siswa bukan guru.

Dylan bukan tidak takut sama pak Anton, dia hanya bersikap bagaimana guru itu bersikap kepadanya, jika guru itu baik dan tidak terlalu mencampuri urusan Dylan makan dia pun akan baik dan tidak membantah, kecuali kalo guru itu hanya bersikap sok tegas padahal ujungnya dikasih duit pun mereka tidak akan membesarkan masalah.

"Dylan turun kamu" teriak pak Anton dari bawah

Dylan berdiri lalu dia berjalan dan turun dari atap untuk menemui pak Anton yang sudah sangat berisik.

"Dylan cewek yang lo bonceng gimana nih?" tanya Gery

"Lo lupa?" tanya Dylan dingin

Gery hanya diam, dia tidak lupa bahwa Dylan memang menjaga jarak dari cewek manapun, bahkan dia memberikan tembok besar agar tidak ada yang menghancurkannya. Itulah sebabnya Dylan tidak mau terlibat dalam masalah percintaan.

SLS [2] MeloDylan [Completed]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang