Hai guys!!
Ini merupakan cerita pertama aku di sini..
Jadi kalo semisal ada banyak kekurangan, itu harap dimaklumi ya,
Soalnya aku bikin cerita ini, biar ide dikepala aku gak numpuk terus..
-H A P P Y R E A D I N G-
***
Araya berjalan tertatih-tatih meraba saklar lampu yang terpasang di dinding kamarnya. Rumahnya kebetulan sedang sepi, meninggalkannya sendiri di rumah karna tadi sempat ketiduran sampai malam begini. Sadar-sadar, sudah gelap saja..
Ia memiliki Nyctophobia (fobia gelap).
Kakinya yang sejak tadi menopang berjalan, mulai melemas seperti jeli.
Pelipis dan lehernya sudah basah akibat keringat dingin yang membasahi.
"Jangan sekarang.."
Saat dirinya yang hendak memerosot ke lantai, jemarinya menekan tombol yang dicarinya sedari tadi. Ruangan kamarnya menjadi terang benderang menampakkan perabotan beserta seisinya.
Araya mengendalikan napasnya yang tersengal seperti orang yang asmanya kambuh. Setelah dirasa sudah membaik, ia bangkit dan duduk ditepi kasur empuknya.
Dirinya membuka ponselnya, memutarkan sebuah musik untuk menenangkan.
Slipping through my fingers all the time
I try to capture every minute
The feeling in it, slipping through my fingers all the time
Do I really see what's in her mind?
Each time I think I'm close to knowing
She keeps on growing, slipping through my fingers all the time
Bisa dipastikan ruangan lain selain kamar pasti gelap semua. Ia membuka pintu kamar, menyalakan flash dengan lagu yang masih terputar. Menyalakan semua lampu yang dirasa cukup menghilangkan gelap.
Kemudian Araya mengambil cemilan di kulkas, lalu kembali masuk ke kamar dan menutupnya.
***
Hari ini hari Senin.
Hari yang menjadi hari termalas dan menyebalkan karena harus awal datang kesekolah, memakai atribut yang lengkap, dan satu hal yang pasti.
UPACARA!!
" Gar! Pasangin gue dasi CEPETANN!"
"GUE DULU ANJIRR! HABIS INI GUE POKOKNYA!"
Kedua siswa lelaki itu mondar-mandir menunggu Edgar memasangkan dasi pada sahabatnya yang satu lagi, Aksa namanya.
"Kalo lo berdua berisik, mending minta pasangin yang laen napa! Udah tau mau upacara, sehelai dasi kek gini gak dipake dari rumah,"
Ujar Aksa sambil merapikan dasi yang sudah terpasang rapi di kerah seragamnya.
"Lo juga sama kalik, minta dipakein Edgar, kalo ngomong mending ngaca dulu deh."
Ceplosnya sambil menutup mulutnya yang kebablasan. Mampus.. mati dia.
"Ngomong apa lu barusan? Ngatain gue? Udah mulai berani ya sama ketua, gue kalo ngaca tau kali gue ganteng gak kek elu!"
Balasnya sambil berkaca pada kaca kecil berwarna ungu dimeja.
YOU ARE READING
D'N-TERRO
Teen FictionAraya Amorani hanya ingin memulai hidup baru di Dreamstar Academy. Namun pertemuannya dengan Prince Aksara Deanterro-berandalan paling ditakuti-mengubah segalanya. Dari hubungan penuh pertengkaran, hukuman konyol, hingga perasaan yang tumbuh diam-di...
