HOLLA
SELAMAT DATANG
&
SELAMAT MEMBACA
Enjoy guys
"Justine Sean Bieber tuker sama Lamia Lavina Keandra"
"Saya Bu?"
"Iya, kamu! Siapa lagi yang namanya ikut-ikutan Justine Bieber selain kamu." Sean memberikan tatapan memelas nya pada Bu Ros.
"Masa saya duduk di depan Bu?" :(
"Ga ada alasan ya Ber, cepet ke depan!"
Sean mendengus.
Bu Ros mendelik menatap Sean, kemudian mengalihkan pandangannya pada Lamia yang sudah siap dengan tasnya. Bu Ros mengangguk kepada Lamia mempersilahkannya untuk duduk di pojok belakang.
Melihat Lamia yang berjalan semakin dekat, Sean dengan ogah-ogahan berjalan ke depan sambil menguap.
dukk
Tanpa Sean sadari, Mike mendorong sedikit mejanya untuk mengambil buku yang terjatuh "Akh! BANGS—"
"SEAN, CEPET."
Sean memberikan tatapan sinis nya
"CK! Iya iya bu. Sabar,".
"Pftt!" Lamia menatap teman sebangkunya yang tengah menahan tawa.
Kalo mau ketawa ya ketawa aja, ngapain di tahan-tahan. Batin Lamia heran.
Sampai tatapan keduanya tidak sengaja bertemu, "Apa lo liat-liat?!"
Ekspresi sangar yang tengah dibuatnya seketika hilang saat melihat Lamia tersentak. Daven memutar matanya.
Lamia kikuk sendiri, siapa yang tau Lamia sedang asik mendumel dalam hati. Jujur saja, Lamia tidak terbiasa dengan orang baru. Ia hanya dekat dengan teman sebangkunya dulu, Claudia. Dia merasa canggung saat mengobrol dengan temannya yang lain.
Lamia menarik kursinya pelan, berusaha agar tidak menimbulkan suara sedikit pun. Tangannya sedikit tremor saat menarik buku dari tas berwarna pink pastel miliknya.
Kenapa sih harus duduk disini... Ya Tuhan...
Daven melirik lewat ekor matanya, "Lo ga usah kaget gitu, gue cuma nanya," gumamnya. Suaranya tak terdengar setegang tadi.
Lamia mengangguk kecil. "I-iya."
Beberapa detik kemudian, hening.
Hening yang buat kuping Lamia panas sendiri.
Hening yang bikin Daven bosen mainin pulpen. Diketok-ketok, diputer-puter, digigit-gigit.
Hingga, cklekk
Pulpennya patah.
Lamia reflek nengok. Daven masih sok cool padahal wajahnya sudah memerah karena malu.
Sedikit berdehem, "Bukan gara gara Lo, gue emang sial dari lahir."
Lamia terdiam, Baru aja duduk sebelahan, pulpennya udah patah. Tapi.. dia sarkas? Maksudnya gue yang bawa sial buat dia gitu?!
Daven ngelirik dikit. "Gue ga marah sama Lo. Biasa aja. Gue masih punya yang lain." Kata Daven menunjukkan pulpennya.
Lamia kaget.
Daven seperti tau isi kepalanya.
"Hah? A-apa?"
"Wajah Lo, keliatan banget mikirin aneh-aneh." Daven menarik kedua sudut bibirnya sedikit.
Lamia langsung menunduk dalam, sampai jidat lamia rasanya mau nembus meja aja.
Sampe sini dulu
Semoga suka yaaa
YOU ARE READING
Sticky Hati
Random''Sticky Hati Daven Marchze Nicols Lamia Lavina Keandra Berawal dari rotasi tempat duduk, Lamia dan Daven saling mengenal satu sama lain. Keduanya semakin dekat akibat saling tempel sticky notes di buku binder bercover merah muda milik si surai panj...
