Cover : pinterest
-
"Jangan pernah berkata bahwa hujan itu selalu indah, lang"
Raisa meyakinkan bahwa tidak selalu hujan membuat hal indah. Namun nyatanya, hujan adalah sesuatu menyakitkan b...
"Pada masa itu, semua akan terasa sendu dan yang tersisa hanyalah rindu." -E
"Pada akhirnya waktu yang akan meluruskan segala yang ada" -R
• •
Bandung,2019
"Putus"
Satu kata yang terucap dari bibir seorang pemuda bermata elang itu. Tatapannya masih lurus seolah tidak ada hal yang perlu ditanyakan lagi.
"MAKSUD KAMU GIMANA!?" tak terima kata keramat itu keluar. Ia menanyakan maksud dari kata tersebut.
"Udah jelas bukan?, aku disini mau lanjutin kuliah dulu. "Ungkapnya dengan satu tangan dimasukkan ke salam saku celana.
Mungkin bagi sebagian besar manusia beranggapan bahwa nuansa putih abu abu ialah masa indah dengan ditabur serbuk cinta maupun romansa. Lain hal dengan dua insan yang berada di taman belakang sekolah dengan negosiasi tentang hubungan.
"Kamu ga bisa begitu harusnya, kita sudah lama bersama. Lang" lirih Raisa dengan sendu Elang hanya diam tanpa berniat berbicara.
Hubungan yang telah lama mereka berdua jalani sejak kelas X kini pupus tanpa alasan. Rasanya sakit tapi apalah daya, ini adalah kemauan salah satu pihak. Maka biarkanlah hubungan ini menjadi sebuah kesalahan lama.
"Maafin aku, Ra. "Gumamnya
Raisa pergi meninggalkan Elang seorang diri di taman tersebut dengan derai air mata dan perasaan sesak melingkupi relung hatinya. Sia sia perjuangan hubungan mereka selama 3 tahun ini. Bajunya kini sudah berantakan serta matanya sembab karena menangisi hal itu. "KAMU JAHAT, lang"
Sedangkan Elang menatap punggung gadis itu kian menjauh kini diliputi perasaan bersalah karena memutuskan hubungan tanpa suatu alasan jelas.
"Maaf" lirihnya sesal.
-
Bandung, 2021
Kini sudah terasa 3 tahun lamanya ia memutuskan hubungan dengan gadis cantik yang pernah singgah dan mengisi hatinya. Rasanya rindu akan kenangan mereka saat masih bersama, namun kini yang tersisa hanyalah serpihan rindu yang tertinggal.
"Gue kangen sama dia" lirihnya dengan perasaan semu. "Apa kabarnya mungkin?!"
"BRO" pekik seseorang yang baru saja datang "kenapa Lo?" Tanyanya.
Elang yang kaget pun segera menormalkan ekspresinya walau jantungnya sedang berdetak kencang. "Gapapa" jawabnya singkat.
"Lo merindukannya?" Pemuda itu penasaran mengapa tumben temannya ini di taman kampus sendiri. "Ga, cuma lagi capek aja" jujurnya berbeda dengan hati ketika bersuara.
Gue kangen dia Gue rindu masa bersama.
PUK
"Udah, mungkin sekarang dia bahagia bersama orang baru" ungkapnya menasehati Elang karena hampir setiap hari ia selalu melamun sendiri.
"Ya"
-
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.