• Nathaniel Algaskar
Dia terkenal dengan sebutan berandalan karena dia sangat suka membuat keributan didalam maupun diluar sekolah sehingga membuat nama baik sekolah tercoreng karenanya.
Meskipun dia terlihat seperti anak nakal tetapi perasaan pedul...
Karya ini murni 100% dari imajinasi saya, bila ada kesamaan dengan latar belakang, nama tokoh, dan adegan, itu adalah ketidaksengajaan.
Pandai-pandailah dalam membaca dan hargai selagi masih bisa.
**
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Nathaniel Algaskar.
Dia adalah siswa berandalan nomor satu disekolahku, sekolah menengah atas (SMA) Nexarion.
Dia selalu datang ke sekolah dengan penampilan tidak rapi, rambut hitamnya berantakan, seragamnya dikeluarkan, dasinya tidak pernah dipakai dan dia selalu datang ke sekolah sesuka hatinya.
Dalam satu hari, dia bisa menimbulkan beberapa kekacauan didalam sekolah dan beberapa masalah diluar sekolah. Meskipun seringkali keluar-masuk ruang BK, dia tidak pernah berhenti untuk terus membuat keributan sampai dia merasa puas.
Dia juga siswa yang paling berbahaya yang pernah ada, hampir seluruh siswa tidak ingin berpapasan apalagi bertatapan dengannya. Bahkan kepala sekolah pun angkat tangan dengan sikap pemberontakan nya.
Sudah sejak awal tahun masuk semester satu, kepala sekolah ingin mengeluarkan Nathaniel dari sekolah miliknya tetapi hal itu mustahil untuk dilakukan karena orangtuanya memiliki kekuasaan dan berpengaruh besar terhadap sekolah yang sudah didirikannya sekarang.
Jika dia tidak mengurusi putranya maka popularitas sekolah menengah atas (SMA) Nexarion akan mulai menurun dan bangkrut.
Selain suka memberontak, dia juga tidak berperasaan terhadap orang-orang disekitarnya. Tidak peduli itu adalah orang tua ataupun teman sepantarannya.
Dia egois.
Tapi menurutku, ada maksud lain yang tersembunyi dibalik sikap egoisnya.
Terkadang, dari tatapan matanya saja sudah terlihat menyebalkan. Orang-orang berpikir dia memiliki ekspresi wajah yang mematikan tetapi saat aku tatap wajahnya, ekspresi wajahnya tetap datar tak berujung.
Dia bisa dideskripsikan bagaikan api, kalian tahu bagaimana jadinya jika bermain-main dengan api?
Ya, kalian akan terbakar dan mungkin lebih parah lagi.
~~
Saat aku sedang memperhatikan tatapan tajam dari siswa lain, aku tidak sengaja menabrak tubuh kekar seseorang.
Aku sedikit meringis dan mendongak ke atas sambil bergumam "Aduh.."
Aku sedikit terkejut saat aku melihat siapa yang baru saja aku tabrak. Sial, dia Nathaniel.
Mampus... Ceroboh banget Anara!
Umpatku dalam hati, perasaan ku sangat tidak enak. Dia tidak akan membiarkan siapapun lolos tanpa sedikitpun perhitungan darinya.
Aku berusaha keras untuk tidak menatap matanya, tetapi itu terasa sangat sulit saat aku mulai merasa penasaran dengan ekspresi wajahnya.
Jantungku berdetak dengan sangat kencang, sial, aku sangat ketakutan karena mau tidak mau aku harus mengatasi seluruh situasi ini.
Sepertinya dia merasakan kegelisahan ku, dan kemudian dia mencengkram kedua sisi rahangku begitu erat dengan jari-jarinya, hampir terasa menyakitkan.
"Berani sekali siswi teladan seperti mu menabrak seorang berandalan seperti ku?" Tanya Nathaniel, suaranya serak.
Aku terbata-bata karena panik, "A-aku... a-aku tidak sengaja, maaf.."
Dia hanya berdecak kesal, berusaha keras untuk menahan amarahnya yang meluap-luap.
"Jangan pikir setelah ini kau bisa lolos dariku.
Kau baru saja mendapatkan peringatan pertama." Ujarnya, perkataannya dipenuhi dengan ancaman serius.
Aku mengangguk dengan cepat, tidak mau berurusan lebih jauh dengan si berandalan ini.
Dengan begitu, dia mulai melepaskan cengkeramannya dari rahangku. Aku bisa merasakan aura mematikan yang mencekam terpancar dari kehadirannya.
Dan itulah peringatan pertama yang kudapatkan darinya, jika nanti aku berhasil menjadi ketua osis maka aku akan membalas peringatannya sepuluh kali lipat.
**
Sekian untuk bab ini, sampai jumpa pada bab selanjutnya.
Nantikan kelanjutannya ya!
Jangan lupa vote "NATHANIEL" bila kamu suka dengan alur ceritanya.