PROLOG

672 298 137
                                        

⚠️WARNING!!⚠️

Hak cipta dilindungi undang undang. jadi, saya mohon untuk jangan men-copy, menjiplak atau segala hal dalam bentuk plagiarisme.

[UU No. 28 tahun 2014]
===
TANDAI JIKA ADA TYPO!!

°
°
°

Happy Reading💓

°
°
°

Bandung, 2027

Pagi ini terasa hangat dan terang dari pada biasanya, sang Surya juga terlihat malu malu untuk menampakan sinarnya, diselimuti hawa dingin yang setiap hari menusuk seorang laki laki yang sedang menikmati bagaimana Tuhan menyiratkan kuasa indahnya.

Ya, dia Akshana.

Akshana Marva Aezar,  Pemilik mata tajam namun teduh, alis tebal, hidung melengkung dari pangkal dahi, ujung hidung lancip namun lebar, bentuk wajah oval, kumis tipis diatas bibir dan jangan lupa juga lengkungan indah di bibir tipis namun sedikit berisi itu mulai merekah, hangat dan damai.

Sifatnya tenang bagaikan air, tapi bisa juga meledak ledak layaknya api yang disiram bensin. Akshana ini cenderung pendiam dari pada teman teman nya yang berisik dan tidak bisa diam. bahasa nya juga terlalu baku untuk seukuran laki laki usia 19 tahun, tapi kaum hawa banyak menyukainya.

Lebih tepatnya ia terlalu menarik untuk dilewatkan.

Disaat waktu seperti ini Akshana dapat menenangkan segala fikirannya walau hanya sesaat. ia dapat bernafas dengan ringan tanpa takut harus sesak dengan segala kemungkinan kemungkinan yang akan terjadi di masa depan. Bahkan bukan sekali dua kali dia ingin menghilang dari bumi untuk beristirahat sejenak dari rasa sakit yang ia peluk sendirian ini.

Setidaknya disaat seperti ini, semua rasa sakit yang dia pikul di bahu lebar nya itu enggan untuk menyapa.

Disisi lain,

Kembaran Akshana menyaksikannya, bagaimana senyum itu mulai merekah, bagaimana tatapan itu menampakan ketulusan sinarnya, ia suka namun disisi lain ia tak menyukainya. lebih tepatnya ia membenci senyuman yang hadir di bibir Akshana.

Akshana Marva Aezar dan Arseno Marve Wirotomo si kembar identik yang memiliki takdir yang berbeda.

Jika Arseno dilahirkan dengan senyum yang indah, maka Akshana dilahirkan dengan senyum yang hangat, saat Arseno dilahirkan dengan penuh suka cita dan tanpa hadirnya kata maaf, maka Akshana dilahirkan dengan segala rasa yang ditemani beribu kata maaf.

_____________________________

"Akshana, kamu adalah lelaki terkuat yang tuhan ciptakan dalam beribu tetesan hujan yang jatuh ke bumi. laki laki yang tak pernah tahu apa itu membenci. jadi tolong hidup lebih lama lagi ya? di bumi yang penuh dengan segala kejamnya lika liku kehidupan"- Aneisha Ava Az-kadina

"Kadang sepi menjadi sahabat paling mengerti, bahwa sunyi adalah bagian dari hal yang paling memahami. Terimakasih, kini saya bisa mengatasi sebaris luka dan mengemas melankolia" - Akshana Marva Aezar

UNTUK AKSHANAStories to obsess over. Discover now