☘️1☘️

32K 404 31
                                        

Holla gess
Ini cerita yang bergenre harem ya, aku tegaskan sekali lagi ini HAREM.

Banyak part part 🔞 jadi tolong bijak dalam membaca, jika memang tidak kuat, sudahi sajaa....

_______________________________________________________

Telaga yang tenang bagaikan kaca yang mengambang, terdapat seorang remaja bernama Alea yang sedang menangis merutuki nasibnya.

Karena ia baru saja mendapat kabar bahwa kedua orang tuanya meninggal pada saat ingin menjemputnya.

"Aku anak yang sial.....jika saja aku tidak meminta mereka untuk menjemputku, mungkin mereka masih ada" gurau Alea terduduk di pinggir telaga, dengan mata sembab karena menangis.

Hujan mulai turun, sehingga Alea memutuskan untuk berteduh di bawah pohon.

Namun baru saja Alea berdiri, ia malah melihat bunga mawar merah yang tampak berdiri di atas telaga itu.

"Bukankah itu air?...mengapa ada bunga yang bisa berdiri tepat di atas air telaga?..." Ucap Alea bingung.

Mawar itu terletak tidak jauh dari pinggiran, hingga Alea dengan spontan berjalan mendekatinya, karena air telaganya hanya sepinggang Alea.

Ia pun dengan mantap tetap berjalan menuju mawar itu, hingga....

Grep!!....

Byurr!!......

Baru saja Alea memegang setangkai bunga itu, tiba tiba air yang tadinya sepinggang Alea terasa meninggi hingga dada Alea.

Rupanya bukan airnya yang meninggi namun pijakan Alea yang lambat laun menghilang.

Memang aneh namun itu yang terjadi pada Alea sekarang.

"Anjir lah, jadi selama ini gue jalan di telaga dangkal cuma ilusi kah?" Batin Alea terkejut serta ketakutan, pasalnya Alea tidak pandai berenang.

Alea masih saja memegang setangkai bunga itu dengan kuat, walau tubuhnya terasa tertarik semakin dalam ke bawah telaga itu.

Rasa panas pada tenggorokan dan hidung dapat Alea rasakan ketika air sudah mencapai paru paru Alea.

Hingga tanpa sadar ia menggenggam tangkai itu terlalu keras, menyebabkan telunjuknya tertusuk duri yang ada di tangkainya, darah pun keluar disambut dengan air telaga.

Namun luka kecil itu tak terasa lagi karena Alea sudah mati rasa akan tubuhnya itu ........

Suara kicauan burung membangunkan Alea, yang saat ini tengah berada di ???.....

"Anjir gue mati?, padahal gue mau jadi anak yatim piatu tadi, eh malah mati" gumam Alea kebingungan mengamati sekitarnya.

Terdapat banyak rak buku besar yang berisikan ratusan bahkan ribuan buku, karena dilihat dari raknya tinggi rak itu sampai menembus awan.

Angin lembut menerpa wajah cantik Alea, dengan suara gemercik air yang entah bersumber dari mana, Alea merasa jalannya sangat ringan bahkan saat Alea melompat yang harusnya langsung jatuh kebawah ia malah jatuh dengan pelan.

SHENNARA ELGIVACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang