Unkimjong
Eka tumbuh bersama luka yang tidak pernah benar-benar sembuh.
Ketika masih kecil, ayahnya, Rino, pergi menjadi TKI ke luar negeri. Dua kali Lebaran ia masih pulang. Namun pada Lebaran ketiga, Rino tidak pernah kembali. Tidak ada kabar, tidak ada penjelasan, dan tidak ada kepastian.
Eka dan ibunya terpaksa menjalani hidup dalam kemiskinan. Hinaan dari tetangga, ejekan teman, bahkan perlakuan menyakitkan dari keluarga perlahan mengubah Eka menjadi anak yang keras, emosional, dan sulit mengendalikan amarah.
Sampai sebuah dojang taekwondo memberinya tempat untuk melampiaskan semuanya.
Bertahun-tahun kemudian, Eka berubah menjadi atlet berbakat. Prestasi demi prestasi membawanya hingga tingkat nasional dan memberinya kesempatan kuliah melalui beasiswa atlet. Namun di balik pencapaiannya, kehidupan Eka tetap penuh perjuangan. Ia harus kuliah, berlatih, bekerja sambilan, bahkan mengikuti pertarungan bawah tanah demi bertahan hidup.
Sampai sebuah permintaan dari ibunya memaksanya kembali membuka luka yang selama ini ia coba kubur:
**temukan ayahmu.**
Eka mencari Rino ke mana-mana. Media sosial, data kependudukan, bahkan detektif swasta. Tidak ada hasil.
Kegagalan itu menghancurkan konsentrasinya sebagai atlet. Sebuah cedera membuat karier yang telah dibangunnya selama bertahun-tahun berakhir.
Setelah lulus kuliah, Eka menemukan pekerjaan yang sama sekali berbeda.
Sebuah laundry.
Dari luar, tempat itu hanyalah laundry biasa. Namun di balik pintunya berdiri sebuah organisasi rahasia yang menawarkan jasa balas dendam kepada mereka yang merasa tidak mendapatkan keadilan.
Eka menjadi bagian dari tim tersebut sebagai eksekutor lapangan.
Bersama seorang ahli teknologi dan seorang ahli penyamaran, ia menjalankan berbagai pekerjaan. Bagi Eka, semuanya hanyalah pekerjaan. Target hanyalah nama dalam sebuah berkas.
Sampai suatu hari sebuah nama muncul di hadapannya.
**Rino.**
Ayah yang pernah ia cari selama bertahun-tahun.
Ayah yang kebera