𝙄'𝙢 𝙖𝙡𝙤𝙣𝙚 𝙞𝙣 𝙩𝙝𝙚 𝙙𝙖𝙧𝙠, 𝙣𝙚𝙚𝙙𝙞𝙣𝙜 𝙖 𝙝𝙤𝙪𝙨𝙚 𝙛𝙤𝙧 𝙨𝙝𝙚𝙡𝙩𝙚𝙧 ~ALESHA
GRILSELDA ALESHA ATMAJA sosok gadis periang nan polos, mendapati banyak kasih sayang dari keluarga, tetapi ia sering dan selalu di rundung dan di bull...
¡Ay! Esta imagen no sigue nuestras pautas de contenido. Para continuar la publicación, intente quitarla o subir otra.
•HAPPY READING•
• • • • • •
"Jangan menangis, sekarang kamu ikut dengan saya, ya?"
Gadis berambut panjang gelombang dengan menggunakan jepitan bentuk kupu-kupu, hanya menunduk sedih sambil terisak sangat miris.
Iya, miris dengan kehidupan nya yang sangat berantakan.
Siapa pun yang mendengar nya akan iba, terhadap gadis lugu di depan nya ini.
Lelaki di depan nya menghelas nafas nya pelan, merasa kasihan kepada keponakan ya malang. di perkirakan lelaki ini sudah berkepala empat langsung memeluk tubuh mungil ini.
"Keluarin semua ale. jangan di pendam" Ucap lirih sang paman.
Ale semakin memeluk erat paman nya seolah takut ia akan kehilangan lagi.
"S-sakit paman" Ale menunjukan dada nya yang sangat sesak, melanjutkan perkataan nya. "Buna sama ayah udah gak ada, sekarang siapa yang mau jaga aku paman?"
Jordan mengeratkan pelukannya. "Tenang sayang, ada paman, ada bibi ada oma. opa juga, jadi gausah sedih lagi, okey?"
"Jangan nangis lagi Ale, nanti di sana orang tua kamu sedih gimana liat anak nya gak rela?"
"Paman juga gak kuat liat Ale nangis" Lanjut nya dalam hati.
tok
tok
tok
Suara pintu terdengar dari kamar membuat dua orang yang sedang bersedih langsung terdiam.
Ale berusaha untuk rela dengan semua yang tuhan berikan kepadanya, ini memang cobaan baginya tetapi kenapa harus dirinya? ia merasa dunia ini tidak adil baginya rasanya ia ingin mati saja tetapi takut nanti buna dan ayah nya marah terhadap nya.
"Sekarang kamu siap-siap mandi, nanti kamu tinggal di rumah paman aja ya?" ucap Jordan.
"Gak paman, aku mau di sini aja" tolak nya halus. ia tidak mau meninggalkan kenangan indah di sini.
"Jangan nolak okey? kamu ga ada yang jagain di sini. sekarang siap-siap, paman mau kebawah dulu" ucap nya tersenyum sambil mengacak rambut blonde Ale.
Ale yang melihat paman nya keluar dari kamar nya hanya menghelas nafas nya. mau menolak apa daya nya? ia hanya menuruti perintah paman yang ia sayangi.
Gadis itu mengambil Poto bersama dengan keluarga nya sambil tersenyum lirih. "Ayah, buna, sama Abang udah tenang di sana ya? jahat banget pergi gak bilang-bilang kan Ale mau ikut. pokoknya nanti tunggu Ale"