We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.

Bab 1

36 2 0
                                        

Arra terbangun dari tidurnya, karena alarmnya berbunyi. saat Arra mengumpulkan tenaga untuk bangun dari tempat tidurnya dan pergi kebawah untuk menemui bundanya di dapur tiba tiba saja Arra mendengar suara teriakan yang menyebut namanya.

"ARRAA TURUN KE BAWAH BUNDA UDAH MASAK NIHH!!!" teriak ibundanya bernama Venuzella yang sedang memanggil Arra untuk  turun ke bawah. "IYAA BUNDAA ARRA PENGEN TURUN INI!!!" sahut Arra. Arra pun langsung beranjak dari kasurnya dan berdiri dan langsung turun ke bawah

Saat Arra membuka pintu, Arra terkejut, karena ia melihat ada sesosok wanita berambut kuning kepirangan sedang bersandar di pintu kamar bang Alvaro. Tetapi Arra hanya membiarkannya dan langsung turun ke bawah  dan menemui bundanya. Feeling Arra yang melihat wanita itu mungkin pacarnya bang Varo.

Dan pas di tengah-tengah tangga Arra lebih terkejutnya Arra karena ia melihat ternyata bang Varo sedang duduk di kursi makan sambil makan. 'Lah berarti yang cewek tadi siapa dong ga?! mungkin kan itu maling, masa iya maling secakep itu' batin Arra sambil melangkah pelan menuju ke bawah.

Sesampainya Arra ke dapur ia duduk  disamping bang Varo. Lalu Arra pun bertanya kepada bang Varo, "Bang, yang di depan pintu lu tadi gua liat ada cewek rambut kuning kepirangan. Itu cewek lu ya bang?" tanya Arra sambil memakan makanan yang ada di meja.

"Hah?! Perasaan gua gak punya pacar dah. Lo halusinasi kali," sahut Varo yang sedang kebingungan dan dicampur dengan ketakutan.

"Iya kali kamu halusinasi kali Ra" ucap bunda Arra. "Hah?. masa iya sih aku halusinasi, padahal itu bener bener aku liat sendiri kok nda,.." ucap Arra yang masih terbayang dengan bentuk wanita tersebut.

"Udah ah ga usah di bahas, tuh makan dulu makanannya Ra," ucap bang Kenzo yang ketus.

Mereka pun menghabiskan makanannya lalu pergi mengerjakan urusan masing masing. Arra pun di antarkan ke sekolahnya naik mobil.

Tetapi Arra masih tak percaya dan masih terbayang muka wanita tersebut karena ia jelas jelas melihat ada wanita cantik yang sedang bersandar di pintu bang Varo.

Di tengah tengah jalan menuju ke sekolah Arra, Arra pun melihat wanita itu lagi yang sedang duduk di halte bus itu. Arra pun kaget, Arra yang tidak percaya bahwa iya bertemu lagi dengan wanita itu pun menggosokkan matannya. Arra pun langsung memanggil ayahnya.

"Yah itu yah yang tadi Arra bilang pas makan tadi yang wanita cantik itu,." ucap Arra yang berbicara cepat sambil menunjuk ke arah halte tepat dimana perempuan itu duduk di sana.

"Mana? Mana sih kamu liat apa si di situ ga ada orang,.." ucap ayah yang sedang heran.

"Itu loh yahh masa ayah ga liat wanita secantik itu," ucap Arra yang masih menunjuk halte itu.

"Mana sihh di halte itu ga ada orang Raa.." ucap ayah yang sedang menahan emosinya.

"Itu loh yahhh" ucap Arra yang masih menunjuk ke halte tersebut lalu ia lihat lagi ke halte tersebut.

Arra pun menggosokkan ke dua matanya lagi, dan betapa terkejutnya ia ketika melihat di halte tersebut tidak ada orang sama sekali di sana.

"Lah kok ga ada yah.. perasaan tadi dia ada di situ tau yahh, Arra ga boong,." ucap Arra yang sedang panik karena ia tidak melihat satu orang pun di sana.

Drowning in a sea of insecurityStories to obsess over. Discover now