Chapter 1: Hiro

55 21 3
                                        

TINGGALKAN KOMENTAR, KRITIK, SARAN KALIAN!!

VOTE AND SHARE JUGA YA!!

(⁠ ⁠◜⁠‿⁠◝⁠ ⁠)⁠♡

_

“BULA-BULA!!!” Gadis dengan tiga jepitan rambut pink berlari ke arah kelas membuat rambut coklat bergelombangnya bergoyang.

Gadis lainnya dengan rambut hitam sebahu dengan kacamata yang bertengger di hidungnya dan buku terbuka di tangannya yang berdiri di depan kelas  menoleh, ia dengan tenang mundur dua langkah menghindari serangan pelukan dari seseorang yang berlari.

Keira buru-buru rem mendadak agar tidak tersungkur ke depan, dia memicingkan matanya ke arah gadis yang berdiri diam membaca buku tanpa menghiraukannya.

“Amara Lo jahat banget!! Gue kangen loh, peluk dong.”

Amara tak berniat meladeni Keira yang mengomel, dia menutup bukunya lalu masuk ke kelas. Melihat temannya berbalik dan masuk kelas, keira juga mengikuti dari belakang

Sesampainya bokong Keira di tempat duduknya, dia segera berbalik menghadap Amara.

“Mar,”

“Apa?”

“Anak anjing Lo mana?”

Amara menoleh. “gue gak punya anak anjing.”

“Bukan anak anjing itu elah!”

“Terus?”

Keira sedikit menurunkan volume suaranya. “Si hiro, biasanya kan dia ngekor mulu sama Lo kemana-mana, gue aja gak senempel itu sama lo.”

Amara yang terhenti sebentar segera kembali membalikkan halaman bukunya. “Dia bukan anak anjing,”

“Terus apa dong?”

“Lintah.” Jawab amara acuh.

“Gue serius, dimana tu anak?” Keira menyipitkan matanya, kepalanya menoleh kesana-kemari.

“Gak tau, bukan urusan gue.”

Keira memanyunkan bibirnya, “Ah gak asik lo!” dia memegang tangan Amara dan mengajaknya berdiri. “Kantin kuy.”

Tanpa menunggu jawaban amara, Keira segera menyeret gadis itu ke kantin untuk mengisi perut.

«»

Keira nyengir dengan menyatukan kedua tangannya, meminta ampun. Setelah di seret oleh keira ke kantin, mereka malah bertemu dengan objek topik mereka tadi.

Dan sekarang, mereka duduk di satu meja. hiro duduk di samping kanan Amara sambil merebahkan kepalanya di tangannya yang menyilang di meja. Dan di depan kedua orang itu ada dua teman hiro di samping kiri Keira. Meja mereka berada di samping, jadi di samping lainnya adalah dinding.

Reihan menopang dagunya, melihat Hiro yang sedari tadi matanya hanya tertuju pada gadis berkacamata yang sedang baca buku di sampingnya.

“Udah kali ro, bintitan lo lama-lama.”

Hiro terkekeh sambil masih dengan posisi yang sama.

“Gue ngeliat kakak cantik, gak mungkin bintitan.”

Gara menurunkan tumpuan dagu reihan. “Turunin, dagu lo bakal sakit.”

Reihan berdecak dan menoleh menatap keira.

“Hai kak cantik, nama kakak Keira kan?”

Keira mengangguk, dia bersandar ke dinding.

“Kenapa? mau minta whatsApp dek?”

MY HIROCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang