Konon cerita ini sudah diberi label dan tagar "dewasa". Namun, saya cukup yakin bahwa sebagian dari kalian masih di bawah umur "legal" untuk membaca cerita ini. Pun, sebenernya bagi saya tidak masalah. Umur hanya sekadar kuantitas, bukan kualitas (kedewasaan).
Label dan tagar tersebut bukan serta-merta saya tulis untuk hiasan. Untuk membaca cerita ini, diperlukan kedewasaan yang cukup, sebab adanya tema yang perlu saya ingatkan supaya tidak memicu hal yang tidak diinginkan. Berikut tema yang bisa saja membuat kalian risih:
Aktivitas seksual implisit ataupun eksplisit, kekerasan, aniaya, sifat destruktif pada diri (self harm), dan percobaan bunuh diri.
Juga ada mimpi, imajinasi, halusinasi, dan buah pikiran lainnya yang abstrak, trippy, kacau, dan berantakan.
Lantas dengan ini, bagian pembuka ini saya akhiri. Saya harap, kamu enggak salah baca ketika memutuskan untuk melanjut baca. Sedikit nasihat, kamu bisa membaca cerita ini dengan perlahan. Oh iya, silakan inspeksi typo dan kesalahan PUEBI, bakal sangat membantu soalnya. =]
Segini saja mungkin cukup sebagai pengantar. Kalau begitu, selamat membaca! :D
YOU ARE READING
Flowering
RomanceTubuhnya di sini Namun, entah apa ia hadir Atau mungkin, eksistensinya memang nihil Ini, kehampaan yang berbunga-bunga dengan cantik Meradang, menjangkit Hingga hati dan pikirannya mati ------------------------- Warning! Contains mature themes: sexu...
