1. Awal Mula Masalah

47 1 0
                                        

Seorang wanita dengan gaun mewah nya sedang menatap cermin. Mahkota penuh mutiara, gaun pernikahan yang berkilauan. Wanita ini membuat semua mata iri ketika melihat nya. Tapi wajah itu terlihat sama sekali tidak senang. Wajah nya terlihat penuh amarah ketimbang kilau kebahagiaan.

Enggak gue masih muda buat nikah, dan punya suami macam dia bakal jadi mimpi terburuk gue

Cerita ini menceritakan Gadis berumur 20an yang berasal dari keluarga ternama. Calesta Lee, satu satu nya cucu sah dari kakek nya Hong Jun Lee. Kakek nya memiliki 3 anak, anak pertama yaitu ayah nya calesta yang bernama Richard Lee yang telah lama tiada bersama ibunya ketika mengalami kecelakaan di umur calesta 3 tahun.

Pada saat itu calesta yang masih kecil berniat untuk liburan di rumah kakek nya. Tapi siapa sangka mobil yang ia tumpangi bersama keluarga tercinta nya di tabrak truk. Ibu dan ayah nya mengalami kematian di tempat. Calesta berhasil selamat di dalam pelukan ayah dan ibunya.

Kakek nya memiliki putri tunggal bernama Kylin Lee, dia adalah tante calesta seorang artis yang telah redup karir nya. Dia memiliki seorang anak angkat laki laki bernama Bryn Lee, anak ini di tinggal kan oleh suami nya setelah kabur akibat ketahuan selingkuh. Kylin yang awal nya ingin membunuh anak ini memilih untuk membesarkan nya. Kehidupan Bryn juga tidak mudah karena hidup bagai boneka bagi kylin. Ia harus serba bisa agar bryn mendapatkan hak waris keluarga Lee.

Lalu paman termuda calesta, yang bernama Hyuan dengan istrinya Cheng Mi. Mereka sama sekali tidak memiliki anak. Awalnya Hyuan yang berfikir chengmi mandul ternyata terbalik, Hyuan lah yang mandul. Jadi dari pada mengangkat seorang anak, dia memilih untuk memanfaatkan calesta. Tapi calesta yang pemalas, dan hanya tau berfoya-foya membuat dia menyerah. Dia memilih untuk menjadikan dirinya sendiri sebagai pewaris sah keluarga Lee.

Tiba di suatu hari, kakek nya mengundang calesta untuk makan bersama keluarga besar. Gadis itu benar benar membuat kakek dan yang lain nya menunggu lama. Kakek calesta tak memperbolehkan satupun orang menyentuh makanan nya sebelum calesta datang.

"Ayah... mau sampai kapan? Aku yakin nona kecil mu tidak akan datang" ucap kylin, sambil mengaduk aduk makanan nya.

"Kakak, sabar sebentar, aku yakin calesta tidak akan pernah mengecewakan kakek tercintanya" ucap chengmi dengan senyum palsunya.

Singkat cerita seorang wanita yang setengah mabuk akhirnya masuk. "Selamat malam semuanya!" Teriak wanita itu sambil tertawa gembira. Itu adalah calesta gadis ini baru saja mabuk di club, dan di tarik oleh para pengawal nya untuk kembali. "Maaf... maaf, aku lupa kalau ada acara makan malam hari ini" ucap calesta.

Gadis itu memeluk kakek nya, dan menyuruh bryn untuk berpindah tempat duduk. Calesta bahkan menendang kursi bryn beberapa kali. "Apakah kau tidak lihat? Aku sedang ingin duduk di samping kakek kandung ku..." ucap nya mempertegas. Bryn akhirnya pindah, dan mom kylin menatap tajam ke arah anak nya. "Dasar, bocah bodoh yang tidak berguna" gumam kylin.

"Aduh... sepertinya calesta sedang sangat mabuk, apakah makan malam ini tidak terlalu di paksa?" Ucap chengmi.

"Orang luar mending diem aja deh" ucap calesta, sambil mengetuk piring milik chengmi. Wajah wanita itu terlihat kesal kemerahan sambil menahan malu.

"Sudah sudah! Mari kita mulai makan malam nya" ucap kakek sambil mulai makan. Akhirnya semua orang mulai makan dan lambat laun calesta juga sadar dari mabuknya.

"Sudah belasan tahun terlewat, aduh aku sungguh kasihan pada kakak ku jika dia tau putrinya seperti ini" ucap kylin, dia mengatakan nya dengan sengaja sambil menatap calesta di samping nya.

Calesta, "..."

"Untung saja, putra tunggal ku tak seperti mu yang begajulan dan tak memiliki masa depan" ucap kylin,

Prang

"Upsi, aku tidak sengaja menyenggol piring mu bi, bagaimana ini? Sepertinya bukan bajumu saja yang kotor, tapi mulut mu lebih menjijikan" ucap calesta, sambil melanjutkan makan malam nya. Kylin yang mengadu pada kakek nya tak di gubris, dan kakek nya hanya mendengus kesal.

"Ayah...! Apakah kau tidak berniat membelaku?" Ucap kylin. Akhirnya sampai selesai makan tak ada yang merespon nya. Bahkan adik lelaki dan ipar nya hanya tertawa diam. Setelah makan calesta menatap kakek nya untuk waktu yang lama, seperti menunggu jawaban.

"Kek, kenapa kau menyeretku kesini? Apakah kau memiliki urusan denganku?" ucap calesta yang sudah tersadar dari mabuk nya. Akhirnya alat makan di bereskan dan kakek nya kembali membuka mulut.

"Calesta, kau sudah mencapai umur menikah. Sudah saat nya kau menikah, aku memiliki calon yang pas untuk mu" ucap kakek, dengan suara serak nya. Calesta terdiam beberapa saat dan menatap paman bibi nya yang lain. Wajah nya seperti bertanya, apakah kalian semua tau akan hal ini.

Calesta langsung menolak dan menggelengkan kepalanya. "Aku masih sangat muda, dan untuk apa aku menikah?" Ucap calesta, semua orang terlihat sepemikiran dengan calesta.

"Iya ayah, calesta masih sangat kecil... kalau menikah sekarang takut nya belum siap" ucap hyuan. Kalau sampai calesta menikah maka otoritas dia sebagai pewaris akan semakin besar dan sudah pupus harapan paman bibinya untuk mendapatkan hak waris. "Benar itu, bagaimana jika mencari jodoh dulu untuk bryn?" Ucap kylin.

"Sudah sudah cukup kalian semua, bryn masih berumur 18 tahun apakah kamu gila, kylin! Keputusan ku sudah bulat, dan tidak ada yang bisa mengubah nya" ucap kakek, yang langsung berdiri dari tempat duduk nya. Calesta yang merasa tidak terima mengikuti kakek nya sampai ke ruang baca kakek nya. "Kek, pembicaraan kita belum selesai. Aku bahkan belum selesai bicara. Siapa orang nya? Apakah dia tampan? Selera ku sangat tinggi, tidak sembarang orang ku sukai, tau!" Ucap calesta, sambil memukul meja.

Kakek nya yang sedang menyeruput secangkir teh hampir saja tersedak. Kakek dan cucu wanita nya saling menatap tajam bagai petir di antara mata mereka. Kakek nya melemparkan sebuah map berisi kan data seorang laki laki. Isinya lengkap dari foto sampai data kehidupan nya. Calesta terdiam sesaat sambil mengedipkan beberapa kali matanya.

"Kek, kakek serius mau ngejodohin aku sama dia?" Ucap calesta, sambil menunjukan map tersebut. Kakek nya kembali mengangguk sambil tersenyum lebar. "Kau lihat wajah nya yang sangat tampan, dia adalah CEO muda yang kakek temui beberapa hari yang lalu, dia ingin menjalin kerja sama dengan kita jadi aku ajukan saja syarat nya menikahimu" ucap kakek dengan sangat antusias.

Aku baru saja berfikir bahwa kakek ku adalah manta pegawai biro jodoh. Perkataanya hampir saja membuat calesta tergiur, tapi realita menampar kenyataan. "Kek, sini biar calesta jelasin. Dia tuh calesta kenal, dan kenal banget malah." Ucap calesta. "Bagus dong kalau begitu, apa kurang nya?" Ucap kakek, semakin bersemangat.

"Iya calesta kenal dekat, karena dia pacarnya temen calesta!"

Unexpected Love: the Husband I Never WantedHistórias para pegar e não largar. Descubra agora