Prolog

14 6 10
                                        

ka kai🤍
Lia bisa ke kantin sekarang?

kakak mau traktir ya??

kalau kamu mau boleh Lia

tunggu ya kak


Alia perempuan manis dengan rambut sebahu itu berdiri dari duduknya, kedua temannya yang menyadari pergerakan tersebut langsung menoleh.

"Mau ketemu kak Kaisar?"

Alia mengangguk perlahan dengan senyum di wajahnya, teman nya yang satu lagi memutar kedua bola matanya kemudian menumpukan tangan di atas meja.

"Stop clingy please! sumpah Lia gue bosen banget liat lu bucin begini."

"cari pacar sana!" Lia membalas Jena dengan juluran lidahnya,

Jena menggebrak meja pelan yang mana menimbulkan suara pelan juga, tangannya menunjuk nunjuk ke arah Alia main main.

"Lo ya! pacar lo nanti gue pacarin" Jena berucap dengan angkuh nya.

Alia berkacak pinggang, "Heh! jangan main main Loe" balasnya tak kalah angkuh.

Rasya ikut berdiri dari duduknya, tangannya dibawa naik turun secara perlahan di depan dada guna menyuruh temannya berdebat dengan kepala dingin.

"Guys.. bercandaan kalian bisa aja di anggep serius sama anak lain, and kita masih di kelas??"

Jane mengibaskan rambutnya ke belakang, kemudian kembali mendudukkan diri. tangannya mengibas ke arah Alia mencoba mengusir Alia dengan halus.

"Lagipula masih istirahat Ca, Lia sono pergi katanya mau nemuin pacar gue"

Alia terkekeh geli, "Oke gue ke kantin dulu ya, mau nemuin Pacar Gue sama Pacarnya Jane" ucapnya penuh tekanan.

Alia melangkahkan kakinya keluar dari kelas, tungkaknya dibawa berjalan ke arah kantin dengan senyum riang.

Di setiap langkah yang ia ambil, pikirannya berkecamuk seperti mau memoroti kakak kelasnya itu, membelikan teman temannya camilan enak, membuat ajunda jalan bersama, bermain ke arcade atau menonton film serta banyak lagi.

Matanya menelisik ke arah kantin, terlihat sosok pemuda yang kini sedang mengetik menggunakan Laptop. Meja nya terlihat lumayan penuh dengan dokumen, tak lupa ada Jus Alpukat di sisi kirinya yang tinggal setengah.

Alia berlari kecil, kemudian duduk di depan pemuda tersebut. berdehem singkat yang mana langsung mengalihkan pandangan si pemuda yang awalnya hanya terfokusnya oleh tugasnya itu.

Tangannya dibawa bertumpu di atas meja, kemudian kepalanya di taruh di atas tumpuan tangan tersebut.

"Kakak fokus banget, ganteng deh."

"Baru tau?"

Menggeleng pelan, "Ngak! dari dulu juga ganteng."

Semburat merah muncul di pipi, membuat si pemuda kian terkekeh pelan lalu mematikan Laptopnya.

"Eh.. tugasnya udah selesai?"

"Belum."

"Kenapa di tutup?"

"Mau ngobrol sama kamu, biar fokusku cuma ke kamu."

Rasanya kini Alia sedang dibawa mengelilingi semesta, ucapan serta tatapan yang diberikan oleh pacarnya ini kelewat manis.

"Oh ya back to topic, Alia kita putus ya?"

Oke, Alia kembali ke reality dia diam sebentar dengan alis yang naik ke atas. Wajahnya kebingungan saat ini, duduknya tiba tiba menjadi tegak.

Matanya menelisik mata Kaisar pacarnya, tidak ada tanda tanda bercanda atau main main. Alia meneguk liur nya yang tersangkut, matanya kini melirik takut takut.

"Ke- napa?" lirih.

"Ngak ada alasan."

Cowo itu tersenyum di kala jantung Alia berdegup kencang, pelupuk matanya hampir menumpahkan cairan bening.

"Ah.. klasik nya Aku mau fokus belajar.. boleh?"

Alia mengangguk patah patah, Kaisar tersenyum lalu mengusak kepala Alia dengan sayang. Membereskan pekerjaan nya yang menumpuk di meja lalu membawanya pergi,

"Lia, duluan ya.."

Setelah dirasa Kaisar sudah keluar dari area kantin, Alia langsung menjatuhkan kepalanya ke meja dengan keras dan menangis terisak disana.

Ah.. ini akhir kisahnya di akhir kelas 10.

...

Kaisar Arrizky

Alia Prameswari

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Alia Prameswari

Alia Prameswari

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
De.ra.naWhere stories live. Discover now