Halo reader, aku X. Seperti yang kalian kira, aku berperan sebagai narator disini. Aku harap kalian semua dapat berimajinasi dengan baik agar feal cerita ini lebih terasa :v.
*(pola penulisan bakal berubah seiring keadaan, Kalo ga nyaman maaf ya)
Selasa, 20 April 2023
Pukul 15:00
[Suara Pengumuman]
"Diberitahukan kepada para siswa yang ditunjuk untuk menjadi panitia pelaksanaan kegiatan sekolah, diharap dapat berkumpul di ruang osis untuk melakukan rapat."
" hei Ash, ngumpul yuk bareng yang lain."
" Ga ah males, lagian aku ada rapat osis."
"Hais, rasanya dirimu always malas. Yaudah lah, duluan ye"
(Ok pertama-tama, akan ku jelas kan dulu siapa Ash)
Ash, siswa murid SMA kelas 12. Dia tergolong anak yang cukup pandai dalam segala bidang. Bisa dibilang dia termasuk siswa yang cukup dikenal disekolah. Bagaimana tidak, dia saja tidak pernah mengikuti remidi dan selalu menyelesaikan semuanya dengan sempurna, belum lagi didukung wajahnya yang good looking.
Walaupun demikian, Ash sendiri jarang pergi bersama teman-temanya dan lebih suka menghabiskan waktu untuk belajar. Yah bisa dibilang Ash ini tipe orang yang lebih suka belajar dari pada beraktifitas fisik, kecuali dia suka kegiatannya. Ok back to story.
Pukul 15:20
Lokasi : ruang osis
"Ya lord lamanya. Kenapa ga mulai - mulai sih rapatnya." Grutu Ash dalam hati.
"Baiklah semua nya, rapat akan dimulai 5 menit lagi. Tolong bersiap dan beritahukan kepada teman-teman panitia yang belum datang untuk sesegera mungkin hadir."
"Hei Ash! Kamu ga lupa bawa berkas kelas kita kan?"
"Enggak lupa, tapi tolong dong jangan keluar tiba-tiba. Hawa keberadaan mu itu samar banget tau."
"Cih lebay. Dah lah mending fokus."
"Suka-suka kau lah."
Orang yang menyapa Ash di ruang osis ini namanya Natasya. Dia sekelas dengan Ash, tapi karena mereka berdua ga seberapa akrab dan sama-sama anak yang kurang sering bergaul. Jadi mereka Sama-sama ga bisa sinkron :v.
Pukul 16:00
"Baiklah kita sudahi dulu rapat hari ini. Oh iya, untuk kelas 12-A. Jangan lupa jadwal piket kalian ya."
"Ok." Jawab Ash.
Karena terkekang oleh jadwal piket, Natasya dan Ash harus membersihkan ruang osis yang habis digunakan untuk rapat.
"Hei Ash, tolong buangin sampah nya dong. Kamu kan laki."
"Laki sih laki, tapi kalo sampahnya 4 karung ya mohon maaf. Lagian ketos aneh-aneh segala pake ngumpulin sampah plastik tiap kelas dan malah kita yang disuruh buang." Jawab Ash.
"yaudah kubantuin. gausah banyak omong, buruan!"
Ketika berada di area belakang sekolah, hujan deras menghantam mereka.
(Ash dan Natasya berlari ke pos untuk berteduh)
"Hais pake hujan segala lagi. Barang-barang masih dikelas lagi." Gerutu Ash.
"Laki kok banyak ngeluhnya. Hadapi aja napa."
"Hmm... maaf deh maaf, ampun nyonya anti ngeluh." Jawab Ash sambil membungkukkan badan seolah-olah sedang menyembah raja.
"Hei Ash"
"Paan sih?"
"Itu kupu-kupu kan? Ga salah liat nih?!"
"Mana ada kupu-kupu di waktu hu...??!"
(Sambil menatap kupu-kupu biru yang terbang)
....
Tanpa sadar, tiba-tiba bulir-bulir air yang berjatuhan terhenti dan mulai kembali keatas. Hujan pun berhenti dalam sekejap dan mereka berdua tiba-tiba kehilangan kesadaran mereka tanpa sebab.
Pukul 18:00
(Sambil menepuk Ash) "Bangun hei, adik-adik bangun. Kalian ngapain pada tidur disini."
....
"HOE BANGUN KAMPRETT!"
"Anjg, susah bener bangunin nya."
(Pak eko mengambil toak)
"Bangun woi bangun! ga bangun mandul!"
"Buset anj*ng!! Kaget aku bangsat."
"Gimana nak? Enak tidurnya?"
"Lah! pak eko. Maaf untuk omongan saya barusan. Btw, bapak ngapain disini."
"Harusnya saya yang tanya gitu. Kalian berdua ngapain tidur disini?"
"Berdua?!" (Seketika menatap Natasya)
"Oi kutu buku, bangun!" Ucap Ash sambil menepuk Natasya.
"Ck... apaan sih cok!.... Eh ada pak eko. Maaf pak kalo kalimat saya kasar." Jawab Natasya
"Iya iya gausah dipeduliin. Ngomong-ngomong kalian ngapain sih disini?"
"Tadi hujan pak, terus kita neduh disini." Jawab Ash.
"Ha!? Hujan?? Dari tadi cuaca nya cerah kok."
(Ash & Natasya) "Lah!? Emang iya pak??"
"Mending kalian pulang deh. Udah jam 6 sekarang, ntar keburu nambah gelap. Paling kalian kecapean terus pas rehat ketiduran."
"Yaudah deh. Makasih ya pak udah bangunin kita." Jawab Ash dengan keadaan setengah bingung.
Setelah itu Ash & Natasya mengemas barang dan berjalan menuju ke rumah.
Di tengah perjalanan...
"Hei, kok kamu ngikut jalan kesini." Tanya Ash.
"Emang gaboleh! Ini jalan tercepat buat pulang."
"Aku yang sering lewat sini aja baru pertama tau kamu." Jawab Ash.
"Aku baru lewat sini 3 kali, biasanya naik sepeda sekalian keliling."
"Ooo gitu. Emang ga cap..."
"Buset tanya mulu dari tadi. Bisa diem ga sih!!" Potong Natasya.
"Ya elah galak banget jadi cewek."
"Bodo amat, mending kamu pergi jauh - jauh sana. Syuh syuh."
"Lagian rumah ku dah deket juga. duluan ye." Sahut Ash.
"Ho o."
*Suara pintu pagar dibuka*
(Ash seketika menoleh kebalakang)
"Lah cuk!? Ko sebelahan sih. Sejak kapan anjer."
"Lah!? Ternyata kamu to anaknya Bu Olivia." Sahut Natasya.
"Kau sejak kapan tinggal disini anjer." Tanya Ash.
"Baru pindah 3 hari yang lalu. Mangkanya, sesekali gerak. Hidup kok digua tiap hari, situ sehat?"
"Halah bodo amat, mending aku mandi terus belajar."
"Aku sih O aja ya kan."
Dan akhirnya mereka melakukan kegiatan mereka sendiri-sendiri.
YOU ARE READING
Doesn't Matter
RomancePernahkah kalian membayangkan diri kalian berada dalam suatu kejadian aneh? Kisah ini bercerita tentang dua murid SMA yang secara tiba-tiba mendapati takdir yang membuat mereka saling terikat satu sama lain. Mohon diperhatikan! Cerita ini mengandun...
