prolog

29 7 2
                                        


Langit sore yang berwarna jingga bercampur putih itu menjadi pemandangan yang membuat mata seorang merasa dimanjakan. Aldy prasetya, laki laki yang berprofesi sebagai dokter bedah itu mencintai seseorang siswi smp bahkan mereka sering di bilang kakak adik padahal mereka sepasang kekasih yang sangat romantis namun siapa sangka. Perjodohan yang dilakukan oleh orang tua Aldy membuat hubungan mereka terpisah Aldy yang memang sudah cinta mati dengan seorang anak smp berumur 15 itu ia langsung kabur dari rumah. Lelaki mana yang mau dijodohkan padahal belum tau siapa yang akan menjadi jodohnya.

"Intinya kamu harus menikah dengan perempuan yang mama pilih!" Teriak mama aldy.

"Tapi ma aldy sudah ada perempuan yang aldy sukaa ma tapi tunggu waktunya buat bawa perempuan YANG BAKAL JADI ISTRI ALDY MA" aldy menekankan kata terakhir.

Aldy kemudian pergi ke kamar untuk mengemasi barang-barang ke koper dan pergi begitu saja ia tak mau lagi disuruh suruh menikah secapat itu.

"Maafin aldy ma tapi aldy lebih milih Zahra dari pada suster itu ma Aldy pamit ma"

"ALDY MAU JADI APA KAMU MELAWAN ORANG TUA INGATT PAPA YANG BIKIN KAMU JADI BERPENDIDIKAN TINGGI ALDY KASIAN MAMA MU ALDY!!"  teriak papa aldy

Aldy yang tak ingin mendengarkan papa mamanya lantas pergi mengambil kunci mobil.

Aldy mengendarai mobilnya dengan ugal ugalan, ia tak peduli yang ia pikirkan hanya gadis mungil yang ia temui beberapa bulan lalu meski umur terpaut 9 tahun namun tak membuat Aldy menyerah ia paham dengan bocah berusia 15 tahun itu.

Aldy terus mengendarai mobil nya dengan kecepatan tinggi ia tak peduli lagi, toh juga jalan tol sepi Aldy dengan keringat dingin nya karena melawan orang tuanya, namun bagaimanapun dia juga suka dengan zahra.

Aldy terus mengendarai mobil nya hingga sampai di rumah cat putih berlantai 2 namun sederhana, ia mengetok pintu 3 kali, hingga seorang anak membukakan pintu. Anak tersebut terkejut.

"Abang?!! Kok abang kesini?" Zahra menutup mukanya ia malu karna belum mencuci muka.

"Sutt adek diam yah? Abang boleh kan main sebentar di adek? Sekalian mau bicara sama ayah adek"

"Waitt ABANGGGGGGGGGGG"  teriak zahra, membuat orang tua zahra langsung menemui anaknya.

"Ehh nak aldy, apa kabar? Zahra aldy suruh masuk gih kasian tau di luar terus emang tega?" Sapa bunda zahra.

"Baik bun hehehe, bunda ayah apakabar?"

"Alhamdulillah baik,"

Aldy dipersilahkan masuk mereka berbincang bincang tentang zahra yang terus merengek kenapa aldy tak ada kabar. Orang tua zahra menyuruh Aldy untuk memanggilnya ayah bunda jadi mereka akan lebih akrab.

Jam menunjukkan pukul 21.00 aldy kemudian berpamitan untuk pulang ia sudah menceritakan kenapa dia pergi, bunda dan ayah zahra memakluminya.

"Bun, yah Aldy pamit dulu ya"

"Aldy yakin mau di apart aja?" Tanya ayah

"Yakin yah aldy mau belajar jadi calon mantu ayah yang baik heheh"

"Kamu tuh yaa hahah zahra masih smp mau kamu nikahin ada ada saja kalau sudah lulu sma boleh" ucap yakin ayah

"Hahaha siap ayah tinggal tiga tahun lagi, yaudah ya bun yah aldy pamit"

"Hati hati dijalan abangg" ucap zahra cempreng

"Siap cantikkk"

***

Aldy kini berada di apartemen dia mulai membereskan semua barang sampai dia kepikiran untuk menelepon Zahra. Aldy mengaktifkan panggilan yang berada di layar laptop nya.

"Kangen abang huwaaaaa mau peluk abanggg" suara cempreng yang aldy rindukan itu kini terdengar.

"Samaa dek abang juga kangen sama adek meski tdi ketemu sih, jiakhhh adek ketahuan belum tidurr, tidur sayang besok kamu sekolah"

"Bentar abang adek mau liat abang, besok bisa jemput adek gak abang? Terus anterin sekolah adek mau sama abangg"

"Iya sayang besok abang jemput tapi adek tidur yaa sini abang kiss"

Zahra yang mulai tau apa maunya aldy itu langsung mematikan panggilan. Aldy terkekeh ia begitu tau kelemahan gadisnya itu. Aldy langsung bergegas mandi karena badanya lengket.

SEKIAN DULU PROLOG NYA
KALAU RAME UP DAHH
SEE U

ALZA [On going]Where stories live. Discover now